
Benda Asing di Konjungtiva
Definisi
Benda asing konjungtiva adalah setiap material eksternal yang secara abnormal berada di permukaan konjungtiva dan dapat menyebabkan iritasi jaringan serta reaksi inflamasi lokal.¹,⁴
Etiologi
Material anorganik: debu, pasir, logam
Material organik: bulu mata, serangga, serpihan kayu
Paparan pekerjaan: pekerja gerinda, las, pemotong keramik, bahan kimia.¹,²
Klasifikasi¹,²
| Jenis Benda Asing | Ciri Khas |
|---|---|
| Inert | Tidak memicu reaksi jaringan (plastik, kaca) |
| Reaktif | Menyebabkan inflamasi (logam, tumbuhan) |
| Asam/Basa | Berpotensi nekrotik, reaksi kimia berat |
Patofisiologi
Benda asing menyebabkan gesekan antara konjungtiva dan palpebra saat berkedip, yang menimbulkan mikrotrauma, inflamasi, dan berpotensi menyebabkan infeksi sekunder atau erosi kornea.⁴
Anamnesis
Manifestasi klinis:
Sensasi benda asing
Mata merah dan berair (epifora)
Nyeri lokal
Fotofobia
—> Iritasi konjungtiva menyebabkan hiperemia dan peningkatan produksi air mata sebagai mekanisme protektif.
Pemeriksaan Fisik
Visus biasanya normal
Injeksi konjungtiva (tarsal/bulbi)
Benda asing terlihat saat eversi palpebra superior/inferior

Pemeriksaan Tambahan
| Pemeriksaan | Tujuan | Hasil |
|---|---|---|
| Fluorescein test | Deteksi abrasi kornea | Positif bila ada erosi linear |
| Slit lamp (jika ada) | Visualisasi benda asing kecil | Lokalisasi benda dan penilaian reaksi |
Dasar Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis yang khas disertai temuan benda asing pada pemeriksaan eversi kelopak atau inspeksi dengan slit lamp.
Diagnosis Banding
| Diagnosis Banding | Perbedaan Khas |
|---|---|
| Konjungtivitis akut | Tidak ada benda asing; sekret lebih dominan |
| Benda asing kornea | Lokasi di kornea; nyeri lebih berat, fotofobia tajam |
| Ulkus kornea | Ada infiltrat, perdarahan; lebih nyeri |
| Keratitis | Tidak ada benda asing; bisa ada infiltrat difus |
| Laserasi konjungtiva | Ada robekan jaringan; trauma tumpul/tembus |
Penatalaksanaan
Non-Farmakologis
Penatalaksanaan non-farmakologis pada benda asing konjungtiva bertujuan untuk menghilangkan sumber iritasi dan mencegah komplikasi lebih lanjut:
Persiapan pasien: Jelaskan prosedur kepada pasien, pastikan pencahayaan cukup, dan posisikan pasien dengan kepala sedikit mendongak.
Anestesi topikal: Teteskan anestesi lokal (pantokain 0,5%) untuk mengurangi blefarospasme dan nyeri.
Eversi palpebra: Lakukan eversi kelopak atas dan bawah untuk memeriksa forniks superior dan inferior.
Irigasi dengan NaCl 0,9% atau air steril: Langkah awal penting bila benda asing tidak tampak jelas, terutama untuk partikel halus (seperti pasir atau debu logam). Irigasi juga efektif sebagai metode definitif bila benda sudah tersapu keluar.
Ekstraksi mekanik: Bila benda asing masih menetap, gunakan lidi kapas steril, ujung jarum insulin (26G), atau pinset khusus dengan arah pengambilan dari tengah ke perifer.


Farmakologis
| Obat | Dosis & Frekuensi | Contoh Merek Indonesia | Mekanisme/Farmakokinetik |
|---|---|---|---|
| Kloramfenikol 0,5% | 1 tetes tiap 2 jam, 2 hari | Cendo Fenicol, Oftamic | Bakteriostatik, hambat sintesis protein bakteri |
| Salep antibiotik | Oleskan 2–3 kali/hari | Chloramphenicol salep | Perlindungan luka kecil, pencegah infeksi sekunder |
Operatif
Bila laserasi konjungtiva: Jahit dengan benang absorbable secara interrupted
Komplikasi
Erosi kornea – terjadi akibat gesekan benda asing saat berkedip
Keratitis – disebabkan oleh iritasi dan invasi mikroba
Ulkus kornea – berkembang dari infeksi yang tidak segera ditangani
Laserasi konjungtiva – terjadi bila benda keras/tajam menyobek jaringan
Infeksi sekunder – muncul akibat benda asing yang kotor atau gangguan flora normal
Prognosis
| Jenis Prognosis | Nilai | Penjelasan |
|---|---|---|
| Ad vitam | Bonam | Tidak mengancam nyawa |
| Ad functionam | Bonam | Fungsi visual tetap bila ditangani segera |
| Ad sanationam | Bonam | Penyembuhan penuh jika benda asing diangkat total |
Edukasi Pasien
Hindari mengucek mata untuk mencegah iritasi tambahan
Gunakan kacamata pelindung saat bekerja, terutama dalam pekerjaan industri
Segera kontrol jika gejala memburuk (penurunan penglihatan, nyeri bertambah, atau kemerahan mata meningkat)
Kriteria Rujukan
Tidak dapat mengangkat benda asing di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
Terdapat komplikasi seperti ulkus, perdarahan, atau penurunan visus
Benda asing sulit dijangkau atau memerlukan pemeriksaan dengan slit lamp
Penggunaan Penutup Mata (Eyepatch)
Penggunaan penutup mata (eyepatch) tidak direkomendasikan secara rutin pada kasus benda asing konjungtiva.
Eyepatch dapat menciptakan lingkungan lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri dan memperburuk infeksi, terutama bila benda asing berasal dari lingkungan tidak steril.
Penutup mata hanya dipertimbangkan jika terdapat abrasi ringan pasca-evakuasi benda asing disertai nyeri hebat atau blefarospasme.
Bila digunakan, eyepatch sebaiknya dipasang maksimal 24 jam dan pasien harus dievaluasi ulang keesokan harinya.
Hindari penggunaan eyepatch pada kasus dengan infeksi aktif, trauma tembus, atau benda asing yang belum sepenuhnya terevakuasi.⁹
Perbedaan Erosi Kornea, Keratitis, dan Ulkus Kornea
| Kondisi | Lapisan Terlibat | Tanda Klinis |
|---|---|---|
| Erosi kornea | Epitel superfisial | Nyeri, fluorescein (+) linear |
| Keratitis | Epitel ± stroma | Infiltrat, injeksi siliaris |
| Ulkus kornea | Epitel + stroma | Ulkus, infiltrat stroma |
Keterangan:
Erosi kornea: Defek dangkal yang hanya terjadi pada lapisan epitel, umumnya sembuh dengan cepat tanpa komplikasi jika ditangani dengan tepat.
Keratitis: Inflamasi kornea dengan atau tanpa infeksi; ditandai kemunculan infiltrat dan nyeri yang lebih berat.
Ulkus kornea: Kondisi darurat yang ditandai defek epitel disertai kerusakan stroma, memerlukan terapi antimikroba agresif.
Catatan
Pemeriksaan radiologis (foto PA/lateral) dapat dipertimbangkan bila benda asing tidak tampak atau diduga berada di forniks serta benda berasal dari logam