Astigmatisme [4A]

Astigmatisme [4A]


Definisi

Astigmatisme adalah kelainan refraksi di mana sinar paralel yang masuk ke mata tidak difokuskan pada satu titik fokus yang sama pada semua meridian, akibat adanya kelengkungan yang berbeda pada kornea atau lensa. Akibatnya, bayangan jatuh pada dua garis fokus yang saling tegak lurus dan menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi.¹

Etiologi

Astigmatisme dapat disebabkan oleh:

Astigmatisme kornea: karena kelainan bentuk kornea secara kongenital, trauma, sikatrik, atau pasca operasi.

Astigmatisme lentikular: karena kelainan lensa seperti katarak atau perubahan bentuk lensa.

Astigmatisme total: kombinasi dari kedua jenis di atas.²

Klasifikasi

Berdasarkan bentuk optik:

Astigmatisme reguler: meridian utama tegak lurus dan berbeda daya refraksinya. Umumnya dapat dikoreksi dengan lensa silindris.

With the Rule: daya terbesar pada meridian vertikal (90 Derajat).

Against the Rule: daya terbesar pada meridian horizontal 180 derajat).

Oblique: daya terbesar pada meridian miring (30-60 atau 120-150 Derajat).

Astigmatisme ireguler: meridian tidak tegak lurus dan tidak teratur; biasanya karena sikatrik kornea atau kelainan lensa.³

Berdasarkan letak titik fokus:

Jenis AstigmatismePosisi Fokus
SimplekSatu meridian di retina; lainnya di depan (miopia) atau belakang (hipermetropia) retina
KompositusKedua meridian di depan (miopia) atau di belakang (hipermetropia) retina
MixtusSatu meridian di depan retina dan satu di belakang retina

Patofisiologi

Ketidakteraturan kelengkungan kornea atau lensa menyebabkan sinar yang masuk dibiaskan pada dua meridian yang berbeda, sehingga terbentuk dua fokus cahaya yang tidak sejajar pada retina. Hal ini menyebabkan gangguan ketajaman penglihatan.⁴

Anamnesis

Penglihatan kabur, baik jarak jauh maupun dekat

Sering memicingkan mata

Sakit kepala atau kelelahan mata (astenopia)

Distorsi bentuk objek

Keluhan bisa dirasakan sejak anak-anak.⁵

Pemeriksaan Fisik

Ketajaman penglihatan menurun dan membaik dengan test pin hole

Pemeriksaan dengan trial lens dan chart Snellen

Pemeriksaan axis silinder dengan Jackson Cross Cylinder.⁶

Pemeriksaan Tambahan

Tujuan pemeriksaan tambahan adalah untuk menentukan derajat, axis, dan jenis astigmatisme secara objektif dan subjektif agar dapat direncanakan koreksi refraksinya secara tepat.

1.

Refraksi subjektif → Menilai koreksi astigmatisme berdasarkan persepsi pasien terhadap ketajaman visual (trial and error).

2.

Refraksi objektif (retinoskopi/manual) → Mengukur derajat dan axis astigmatisme tanpa bergantung pada respons pasien.

3.

Autorefraktometer → Alat otomatis untuk mendeteksi derajat dan axis astigmatisme dengan cepat dan akurat.

4.

Jackson Cross Cylinder (JCC) → Menentukan axis dan kekuatan silinder secara presisi untuk koreksi optimal.

5.

Astigmatic fan / clock dial test → Membantu pasien menentukan axis astigmatisme secara subjektif dengan melihat garis yang paling jelas atau kabur.

6.

Pemeriksaan slit lamp → Mengidentifikasi kelainan morfologi pada kornea dan lensa yang mungkin menyebabkan astigmatisme ireguler.⁷

Diagnosis Banding

Diagnosis BandingPerbedaan dengan Astigmatisme
MiopiaFokus semua sinar di depan retina
HipermetropiaFokus semua sinar di belakang retina
PresbiopiaGangguan akomodasi, bukan kelainan kelengkungan meridian
AnisometropiaPerbedaan refraksi antar mata, tidak berhubungan meridian
Katarak Disertai kekeruhan lensa pada slit lamp

Penatalaksanaan

Non-Farmakologis

Edukasi penggunaan koreksi optik

Pemeriksaan refraksi berkala, terutama pada anak

Farmakologis

Tidak tersedia terapi farmakologis langsung

Koreksi Optik

Kacamata silindris

Lensa kontak RGP atau torik

Koreksi presisi tinggi pada astigmatisme >1.5 D.⁸

Operatif

Prinsip operasi adalah memperbaiki kelengkungan kornea agar sinar difokuskan pada satu titik di retina.

LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) → Mengubah bentuk kornea secara presisi.

PRK (Photorefractive Keratectomy) → mengikis epitel dan memodifikasi kurvatura kornea.

Astigmatic keratotomy → Membuat sayatan relaksasi untuk mengurangi kelengkungan meridian curam.

Keratoplasti → Mengganti kornea pada astigmatisme ireguler berat.⁹

Komplikasi

Ambliopia pada anak

Astenopia

Diplopia bila koreksi tidak seimbang

Prognosis

Ad vitam: Bonam – tidak memengaruhi harapan hidup

Ad functionam: Bonam – penglihatan dapat membaik dengan koreksi

Ad sanationam: Bonam – koreksi sempurna dengan lensa atau bedah.⁶

Edukasi

Pentingnya koreksi dini, terutama pada anak-anak

Koreksi bisa permanen dengan prosedur bedah refraktif

Kacamata perlu diganti sesuai kebutuhan refraksi terkini

Catatan

Astigmatisme dengan nilai silinder tinggi perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengevaluasi kemungkinan kelainan kornea (seperti keratokonus)

Rujukan dilakukan bila tidak membaik dengan koreksi optik atau ditemukan tanda astigmatisme ireguler berat


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini