Arteritik Iskemik Optik Neuropati (AAION) [2]

Arteritik Iskemik Optik Neuropati (AAION) [2]

Definisi

Arteritic Ischemic Optic Neuropathy (AAION) adalah neuropati optik iskemik akut yang disebabkan oleh peradangan granulomatosa arteri siliaris posterior pendek, hampir selalu berkaitan dengan Giant Cell Arteritis (GCA).¹²


Etiologi


Patofisiologi


Anamnesis


Pemeriksaan Fisik


Pemeriksaan Tambahan



Diagnosis Banding¹-³,⁵,⁸,⁹

Diagnosis BandingPerbedaan dengan AAION
Non-Arteritic Anterior Ischemic Optic Neuropathy (NAION)Terjadi akibat gangguan perfusi non-inflamasi; papil optikus tampak hiperemis, biasanya pada pasien dengan “disc-at-risk”, serta tanpa gejala sistemik GCA.
Optic Neuritis (Papilitis)Umumnya menyerang usia muda (20–40 tahun), disertai nyeri pergerakan bola mata, gangguan persepsi warna (dischromatopsia), dan membaik dengan kortikosteroid; terkait demyelinating disease (MS, NMO, MOGAD).
Posterior Ischemic Optic Neuropathy (PION)Kehilangan visus akut tanpa edema diskus optikus pada fase awal; dapat terjadi pascaoperasi besar (terutama bedah tulang belakang atau kardiotorakal) atau akibat hipotensi berat.
Central Retinal Artery Occlusion (CRAO)Menunjukkan pucat retina difus dengan “cherry-red spot” di fovea; RAPD positif, namun diskus optikus tampak normal pada awalnya.
Kompresif Optik NeuropatiPenurunan visus bersifat progresif, bukan akut; sering disertai defisit saraf kranialis lain, dan ditemukan massa pada MRI orbita atau kiasma optikum.

Penatalaksanaan 🟨

Tujuan terapi :

Menghentikan proses inflamasi aktif pada arteri short ciliary posterior

Mencegah keterlibatan mata kontralateral

Mengontrol komplikasi sistemik GCA, seperti aneurisma aorta atau stroke iskemik.¹²,¹³

Non-Farmakologis

Pilihan terapi non-farmakologis sangat terbatas, karena inti penanganan adalah farmakologis (kortikosteroid dosis tinggi)


Farmakologis

Obat & SediaanDosis & FrekuensiFarmakologi / Mekanisme
Metilprednisolon intravena500–1000 mg/hari selama 3 hari, diikuti dengan prednison oral tapering.Menekan inflamasi granulomatosa arteri besar, menurunkan edema dinding vaskular, dan mencegah oklusi arteri siliaris posterior pendek.
Prednison oral40–60 mg/hari, kemudian diturunkan bertahap selama 12–18 bulan sesuai LED/CRP dan gejala klinis.Anti-inflamasi sistemik untuk remisi jangka panjang dan pencegahan relaps GCA.
Tocilizumab (anti-IL-6)162 mg subkutan tiap minggu atau dua minggu.Antagonis reseptor IL-6; digunakan sebagai steroid-sparing pada GCA refrakter atau intoleransi steroid.
Metotreksat10–20 mg/minggu + asam folinat.Agen imunosupresif alternatif; menurunkan kebutuhan total steroid.
Aspirin dosis rendah75–100 mg/hari bila tidak kontraindikasi.Menghambat agregasi trombosit; dapat mengurangi risiko oklusi vaskular baru.

Catatan :

Steroid tidak boleh dihentikan mendadak, harus diturunkan perlahan berdasarkan klinis dan LED/CRP.

Pemantauan efek samping: hiperglikemia, hipertensi, osteoporosis, infeksi oportunistik; berikan profilaksis kalsium-vitamin D dan kontrol gula darah ketat.¹²-¹⁶


Komplikasi


Prognosis


Kriteria Rujukan

AAION akibat GCA adalah kegawatdaruratan. Rujuk segera (<24 jam) ke rumah sakit dengan layanan oftalmologi dan reumatologi, tanpa menunda pemberian steroid bila kecurigaan tinggi.

Indikasi rujukan:

Penurunan visus mendadak disertai diskus pucat ("chalky white")

Gejala GCA: nyeri kepala temporal, klaudikasio mandibula, PMR

LED/CRP tinggi (bila tersedia)

Gejala progresif atau keterlibatan mata kontralateral

Sesuai TACC: onset <24 jam, usia >50 tahun, risiko komplikasi berat, komorbid signifikan

Tindakan sebelum rujuk:

Dokumentasi visus, pupil, fundus, dan LED/CRP bila tersedia

Mulai prednison 40–60 mg/hari bila sangat dicurigai GCA

Sertakan semua temuan dan waktu pemberian steroid dalam surat rujukan


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini