
Anatomi dan Fisiologi Sistem Lakrimal
Anatomi
Sistem lakrimal dibagi menjadi dua komponen utama:
Sistem Sekretorik (Produksi)
Glandula lakrimal utama: terletak di fossa lakrimal, kuadran supero-temporal orbita; menghasilkan komponen berair lapisan air mata.
Kelenjar lakrimal tambahan: Kelenjar Krause dan Wolfring pada konjungtiva; berperan dalam sekresi basal.
Dipersarafi oleh serabut parasimpatis (n. fasialis melalui n. petrosus mayor) dan simpatis (dari ganglion servikal superior).³,⁶,¹²
Sistem Drainase (Ekskresi)
Pungtum lakrimal: orifisium kecil pada margo palpebra medialis.
Kanalikuli lakrimal (superior & inferior): bergabung menjadi kanalikulus komunis.
Sakus lakrimal: terletak di fossa lakrimal, medial orbita.
Duktus nasolakrimal: bermuara di meatus inferior kavum nasi.
Dipersarafi sensorik oleh cabang n. trigeminus (V1 dan V2).¹,²,⁶,¹²
Fisiologi
Fungsi sistem lakrimal mencakup:
Sekresi air mata → mengandung air, elektrolit, protein (lisozim, laktoferin), dan imunoglobulin.
Distribusi → oleh kedipan kelopak mata, membentuk film air mata di permukaan kornea.
Drainase → melalui mekanisme pompa kelopak (kontraksi m. orbikularis okuli).
Perlindungan → membersihkan debris dan mencegah infeksi.¹,⁴,⁵
Komponen film air mata:
Lapisan lipid: dari kelenjar Meibom → mencegah evaporasi.
Lapisan aqueous: dari kelenjar lakrimal utama & tambahan → nutrisi, antibakteri.
Lapisan musin: dari sel goblet konjungtiva → adhesi air mata ke epitel kornea.