Soal-soal Reaksi Obat

Soal-soal Reaksi Obat

1.

Seorang wanita 25 tahun datang dengan keluhan ruam merah di tubuh sejak 2 hari. Pasien mengonsumsi amoksisilin sejak 7 hari yang lalu untuk radang tenggorokan. Pada pemeriksaan ditemukan makula dan papula eritematosa difus yang menyebar simetris pada trunk dan ekstremitas. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Urtikaria obat

B. Exanthematous drug eruption

C. Fixed drug eruption

D. Psoriasis guttata

E. Dermatitis kontak


2.

Kapan waktu munculnya exanthematous drug eruption setelah paparan obat pertama kali?

A. 1–2 jam

B. 1–2 hari

C. 5–14 hari

D. 3–4 minggu

E. 2–3 bulan


3.

Lesi kulit yang paling khas pada exanthematous drug eruption adalah:

A. Vesikel

B. Makulopapular eritematosa difus

C. Nodul pruritik

D. Pustula

E. Ulkus


4.

Obat yang paling sering menyebabkan exanthematous drug eruption adalah:

A. Antibiotik β-laktam

B. Vitamin C

C. Antasida

D. Obat antihipertensi

E. Antasida aluminium


5.

Distribusi lesi yang paling khas pada exanthematous drug eruption adalah:

A. Terbatas pada wajah

B. Terbatas pada tangan

C. Simetris pada trunk dan ekstremitas

D. Terbatas pada lipatan

E. Hanya pada kaki


6.

Tatalaksana utama pada exanthematous drug eruption adalah:

A. Antibiotik oral

B. Antijamur topikal

C. Menghentikan obat penyebab

D. Antiviral oral

E. Retinoid topikal


7.

Gejala yang paling sering menyertai exanthematous drug eruption adalah:

A. Pruritus ringan

B. Nyeri hebat

C. Ulkus kulit

D. Bula luas

E. Nekrosis kulit


8.

Komplikasi yang paling ditakuti dari reaksi obat kulit adalah:

A. Dermatitis seboroik

B. Stevens-Johnson syndrome

C. Impetigo

D. Skabies

E. Melasma


9.

Seorang pria 40 tahun datang dengan ruam makulopapular difus setelah mengonsumsi obat 1 minggu sebelumnya. Tidak terdapat bula, nekrosis kulit, atau keterlibatan mukosa. Diagnosis yang paling sesuai adalah:

A. Toxic epidermal necrolysis

B. Exanthematous drug eruption

C. Stevens-Johnson syndrome

D. DRESS syndrome

E. Fixed drug eruption


10.

Seorang wanita 28 tahun datang dengan keluhan bercak merah keunguan pada bibir sejak 1 hari. Keluhan muncul beberapa jam setelah pasien minum obat analgesik. Pasien mengatakan lesi yang sama pernah muncul di tempat yang sama saat minum obat tersebut sebelumnya. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Exanthematous drug eruption

B. Fixed drug eruption

C. Urtikaria obat

D. Eritema multiforme

E. Dermatitis kontak alergi


11.

Lesi kulit khas pada fixed drug eruption adalah:

A. Papul skuamosa difus

B. Makula/plak eritematosa berbatas tegas

C. Vesikel berkelompok

D. Pustula multipel

E. Nodul pruritik


12.

Onset munculnya lesi pada paparan ulang obat pada fixed drug eruption biasanya:

A. Beberapa menit hingga beberapa jam

B. 3–5 hari

C. 7–14 hari

D. 2–3 minggu

E. 1 bulan


13.

Lokasi predileksi yang sering ditemukan pada fixed drug eruption adalah:

A. Kulit kepala

B. Bibir dan genital

C. Telapak kaki

D. Punggung

E. Abdomen


14.

Obat yang paling sering menyebabkan fixed drug eruption adalah:

A. Sulfonamid

B. Vitamin C

C. Antasida

D. Beta blocker

E. Diuretik


15.

Mekanisme imunologis yang berperan dalam patogenesis fixed drug eruption adalah:

A. Aktivasi sel B

B. Deposisi kompleks imun

C. Aktivasi sel T memori lokal

D. Aktivasi makrofag

E. Aktivasi neutrofil


16.

Setelah lesi FDE sembuh, perubahan kulit yang paling sering tersisa adalah:

A. Atrofi kulit

B. Hiperpigmentasi residu

C. Ulkus kronik

D. Parut hipertrofik

E. Eritema menetap


17.

Tatalaksana utama pada pasien dengan fixed drug eruption adalah:

A. Antibiotik oral

B. Antiviral oral

C. Menghentikan obat penyebab

D. Antijamur topikal

E. Retinoid oral


18.

Seorang pria 35 tahun datang dengan bercak keunguan berbatas tegas pada genital yang muncul beberapa jam setelah minum obat NSAID. Lesi yang sama pernah muncul pada lokasi yang sama sebelumnya dan meninggalkan hiperpigmentasi setelah sembuh. Diagnosis yang paling sesuai adalah:

A. Exanthematous drug eruption

B. Fixed drug eruption

C. Urtikaria obat

D. Eritema multiforme

E. Herpes simplex