Soal-soal Penyakit Vesikobulosa
Seorang wanita 50 tahun datang dengan keluhan lepuh pada kulit yang mudah pecah sejak 2 minggu. Pasien juga mengeluhkan luka nyeri pada mulut yang membuat sulit makan. Pada pemeriksaan ditemukan bula flaksid dan tanda Nikolsky positif. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
A. Bullous pemphigoid
B. Pemphigus vulgaris
C. Dermatitis herpetiformis
D. Stevens-Johnson syndrome
E. Impetigo bulosa
Mekanisme utama terjadinya pemphigus vulgaris adalah:
A. Autoantibodi terhadap hemidesmosom
B. Autoantibodi terhadap desmoglein
C. Infeksi bakteri pada epidermis
D. Defek genetik keratin
E. Aktivasi sel mast
Pada pemeriksaan imunofluoresensi langsung pemphigus vulgaris akan ditemukan:
A. Deposisi IgA pada dermis
B. Pola linear IgG pada membran basal
C. Pola fishnet / chicken-wire IgG pada epidermis
D. Deposisi C3 pada dermis
E. Tidak ada deposit imun
Hasil biopsi kulit pada pemphigus vulgaris paling khas menunjukkan:
A. Subepidermal blister
B. Akantolisis suprabasal
C. Nekrosis epidermis total
D. Spongiosis epidermis
E. Deposisi fibrin dermis
Terapi lini pertama pada pemphigus vulgaris adalah:
A. Antibiotik oral
B. Antihistamin
C. Kortikosteroid sistemik
D. Antijamur oral
E. Retinoid oral
Seorang pria 72 tahun datang dengan keluhan lepuh pada kulit sejak 1 minggu. Lesi terasa gatal dan muncul pada perut dan paha. Pada pemeriksaan ditemukan bula tegang dan Nikolsky sign negatif. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
A. Pemphigus vulgaris
B. Bullous pemphigoid
C. Dermatitis herpetiformis
D. Stevens-Johnson syndrome
E. Impetigo bulosa
Target autoantibodi pada bullous pemphigoid adalah:
A. Desmoglein 1 dan 3
B. Keratin
C. BP180 dan BP230
D. Filaggrin
E. Collagen tipe I
Hasil biopsi kulit pada bullous pemphigoid paling khas menunjukkan:
A. Akantolisis suprabasal
B. Spongiosis epidermis
C. Blister subepidermal
D. Nekrosis epidermis total
E. Deposisi fibrin dermis
Pemeriksaan imunofluoresensi langsung pada bullous pemphigoid menunjukkan:
A. Deposisi IgA granular
B. Pola fishnet IgG
C. Deposisi linear IgG pada membran basal
D. Tidak ditemukan deposit imun
E. Deposisi IgM pada dermis
Terapi lini pertama pada bullous pemphigoid ringan menurut pedoman dermatologi adalah:
A. Antibiotik oral
B. Kortikosteroid topikal poten
C. Antihistamin saja
D. Antijamur topikal
E. Retinoid oral
Seorang pria 42 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam tinggi sejak 3 hari disertai ruam merah pada tubuh yang berkembang menjadi lepuhan. Pasien mulai mengonsumsi allopurinol 2 minggu lalu untuk hiperurisemia. Pada pemeriksaan didapatkan makula eritematosa luas, bula, erosi mukosa mulut dan mata, serta epidermis mudah terlepas saat ditekan. Luas epidermal detachment sekitar 8%. Diagnosis yang paling tepat adalah:
A. Eritema multiforme mayor
B. Stevens-Johnson syndrome
C. SJS–TEN overlap
D. Toxic epidermal necrolysis
E. Staphylococcal scalded skin syndrome
Seorang anak 6 tahun datang dengan kulit kemerahan dan lepuhan luas. Tanda Nikolsky positif tetapi tidak terdapat keterlibatan mukosa. Riwayat infeksi bakteri sebelumnya. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
A. Stevens-Johnson syndrome
B. Toxic epidermal necrolysis
C. Staphylococcal scalded skin syndrome
D. Pemphigus vulgaris
E. Eritema multiforme
Seorang wanita Asia 35 tahun akan memulai terapi karbamazepin untuk epilepsi. Dokter melakukan pemeriksaan genetik sebelum pemberian obat. Pemeriksaan genetik yang paling relevan untuk menilai risiko SJS/TEN adalah:
A. HLA-B27
B. HLA-B1502
C. HLA-DR4
D. HLA-A3
E. HLA-B8
Seorang pasien dengan riwayat konsumsi sulfonamid mengalami ruam eritematosa yang berkembang menjadi bula. Luas epidermal detachment sekitar 25% luas permukaan tubuh. Diagnosis yang paling tepat adalah:
A. Stevens-Johnson syndrome
B. Eritema multiforme mayor
C. SJS–TEN overlap
D. Toxic epidermal necrolysis
E. Pemphigus vulgaris
Seorang pasien dengan SJS/TEN datang ke IGD dengan bula luas dan erosi mukosa. Tatalaksana awal paling penting adalah:
A. Antiviral intravena
B. Antibiotik spektrum luas
C. Menghentikan obat penyebab
D. Antijamur sistemik
E. Retinoid oral
Pasien dengan TEN mengalami detachment epidermis luas dan dirawat di ICU. Beberapa hari kemudian pasien mengalami demam tinggi dan hipotensi. Komplikasi yang paling mungkin terjadi adalah:
A. Anemia
B. Sepsis
C. Hipoglikemia
D. Hipertensi
E. Dermatitis
Seorang pasien TEN mengalami kehilangan epidermis luas. Terapi suportif yang paling tepat adalah:
A. Pemberian cairan intravena dan perawatan luka seperti pasien luka bakar
B. Terapi antihistamin saja
C. Terapi antijamur oral
D. Fototerapi UVB
E. Retinoid oral
Seorang pria 60 tahun datang dengan demam tinggi, nyeri kulit, dan ruam luas yang berkembang menjadi bula. Terdapat erosi mukosa mulut dan mata. Luas epidermal detachment mencapai 40% BSA. Pasien baru mengonsumsi allopurinol 10 hari sebelumnya. Diagnosis yang paling tepat adalah:
A. Eritema multiforme
B. Stevens-Johnson syndrome
C. SJS–TEN overlap
D. Toxic epidermal necrolysis
E. Pemphigus vulgaris
Obat yang paling sering menyebabkan SJS/TEN adalah:
A. Vitamin C
B. Antasida
C. Allopurinol
D. Parasetamol
E. Antihistamin
Temuan khas pada pemeriksaan fisik SJS/TEN adalah:
A. Pustula steril
B. Vesikel berkelompok
C. Bula dengan epidermal detachment
D. Nodul pruritik
E. Papul skuamosa
Soal-Soal Dermatitis Herpetiformis (1)
Soal 1
Seorang pria 32 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan gatal hebat pada kedua siku dan lutut sejak 2 bulan. Lesi berupa vesikel kecil berkelompok yang sering pecah karena digaruk. Pasien juga mengeluhkan diare kronik sejak lama. Pada pemeriksaan tampak papul, vesikel, dan ekskoriasi dengan distribusi simetris.
Apakah diagnosis paling tepat?
A. Herpes simplex
B. Dermatitis kontak alergi
C. Dermatitis herpetiformis
D. Pemfigoid bulosa
E. Skabies
Jawaban: C
Pembahasan:
Pruritus hebat, vesikel berkelompok, distribusi simetris pada siku/lutut, serta hubungan dengan penyakit celiac (diare kronik) sangat khas untuk dermatitis herpetiformis.
Soal 2
Seorang wanita 28 tahun datang dengan keluhan ruam gatal hebat pada bokong dan punggung. Lesi berupa papul dan vesikel kecil yang sering sudah pecah. Dokter mencurigai dermatitis herpetiformis.
Pemeriksaan penunjang yang paling spesifik untuk menegakkan diagnosis adalah:
A. Kultur bakteri
B. Pemeriksaan KOH
C. Imunofluoresensi langsung kulit
D. Tes alergi kulit
E. Pemeriksaan darah lengkap
Jawaban: C
Pembahasan:
Gold standard dermatitis herpetiformis adalah imunofluoresensi langsung yang menunjukkan deposisi IgA granular pada dermal papillae.
Soal 3
Seorang pria 35 tahun didiagnosis dermatitis herpetiformis. Ia bertanya terapi utama yang harus dijalani dalam jangka panjang.
Apa terapi paling tepat?
A. Antibiotik jangka panjang
B. Diet bebas gluten dan dapsone
C. Antijamur topikal
D. Kortikosteroid topikal saja
E. Antihistamin saja
Jawaban: B
Pembahasan:
Terapi utama adalah dapsone untuk kontrol cepat gejala dan diet bebas gluten untuk kontrol jangka panjang karena terkait celiac.
Soal 4
Seorang pasien dermatitis herpetiformis datang dengan keluhan gatal berat. Pada pemeriksaan tampak banyak ekskoriasi dan krusta, namun vesikel sulit ditemukan.
Mengapa vesikel sering tidak tampak pada kondisi ini?
A. Vesikel tidak terbentuk
B. Vesikel berubah menjadi pustul
C. Vesikel pecah akibat garukan
D. Vesikel berubah menjadi nodul
E. Vesikel hanya terjadi pada awal penyakit
Jawaban: C
Pembahasan:
Pruritus hebat menyebabkan pasien sering menggaruk sehingga vesikel cepat pecah dan tidak terlihat utuh saat pemeriksaan.
Soal 5
Seorang pria 40 tahun dengan dermatitis herpetiformis tidak menjalani diet yang dianjurkan. Beberapa bulan kemudian muncul gejala penurunan berat badan dan diare kronik.
Apa kondisi yang paling mungkin mendasari keluhan tersebut?
A. Infeksi bakteri
B. Psoriasis
C. Penyakit celiac
D. Dermatitis atopik
E. Lupus eritematosus
Jawaban: C
Pembahasan:
Dermatitis herpetiformis merupakan manifestasi kulit dari penyakit celiac, sehingga pasien dapat mengalami gangguan gastrointestinal seperti diare kronik dan malabsorpsi.