Soal-soal Kelainan Kelenjar Sebasea dan Ekrin
Seorang wanita berusia 27 tahun datang dengan keluhan benjolan nyeri di ketiak sejak 1 minggu. Pasien menyatakan keluhan serupa sering muncul di lokasi yang sama sejak 1 tahun terakhir. Pada pemeriksaan ditemukan nodul inflamasi disertai jaringan parut di aksila. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
A. Furunkel
B. Hidradenitis supuratif
C. Limfadenitis
D. Kista epidermoid
E. Acne vulgaris
Lokasi yang paling sering terkena hidradenitis supuratif adalah:
A. Wajah
B. Aksila
C. Kulit kepala
D. Telapak tangan
E. Punggung
Patogenesis utama hidradenitis supuratif adalah:
A. Infeksi virus
B. Oklusi folikel rambut
C. Infeksi jamur
D. Reaksi alergi
E. Autoimun
Faktor risiko yang paling sering berhubungan dengan hidradenitis supuratif adalah:
A. Hipertensi
B. Diabetes mellitus
C. Obesitas dan merokok
D. Hipotiroidisme
E. Anemia
Seorang pasien dengan hidradenitis supuratif mengalami abses berulang disertai sinus tract pada aksila. Berdasarkan klasifikasi Hurley, stadium penyakit tersebut adalah:
A. Hurley I
B. Hurley II
C. Hurley III
D. Hurley IV
E. Hurley V
Terapi farmakologis lini pertama pada hidradenitis supuratif ringan adalah:
A. Antijamur oral
B. Antibiotik oral
C. Antiviral
D. Kortikosteroid topikal saja
E. Antihistamin
Seorang bayi 6 bulan dibawa ibunya dengan keluhan ruam merah kecil di leher dan dada sejak 2 hari. Keluhan muncul setelah cuaca sangat panas. Pada pemeriksaan ditemukan papul eritematosa kecil disertai pruritus. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
A. Varisela
B. Dermatitis kontak
C. Miliaria rubra
D. Urtikaria
E. Folikulitis
Mekanisme utama terjadinya miliaria adalah:
A. Infeksi bakteri
B. Reaksi alergi
C. Obstruksi duktus kelenjar keringat
D. Gangguan kelenjar sebasea
E. Infeksi virus
Jenis miliaria yang paling sering terjadi adalah:
A. Miliaria crystallina
B. Miliaria profunda
C. Miliaria rubra
D. Miliaria pustulosa
E. Miliaria vesiculosa
Faktor risiko utama terjadinya miliaria adalah:
A. Paparan sinar UV
B. Lingkungan panas dan lembap
C. Infeksi virus
D. Trauma kulit
E. Kekurangan vitamin
Terapi utama pada pasien miliaria adalah:
A. Antibiotik oral
B. Antijamur topikal
C. Pendinginan kulit dan menghindari panas
D. Kortikosteroid sistemik
E. Retinoid oral
Seorang wanita 28 tahun datang dengan keluhan ruam kemerahan di sekitar mulut sejak 2 minggu. Lesi berupa papul kecil eritematosa dengan skuama halus. Pada pemeriksaan didapatkan sparing pada vermilion border bibir. Pasien mengaku sering menggunakan krim steroid pada wajah karena gatal.

Diagnosis yang paling mungkin adalah:
A. Acne vulgaris
B. Rosacea
C. Dermatitis perioral
D. Dermatitis kontak
E. Lupus eritematosus kutan
Faktor risiko yang paling sering menyebabkan dermatitis perioral adalah:
A. Paparan sinar matahari
B. Infeksi bakteri
C. Penggunaan kortikosteroid topikal pada wajah
D. Trauma kulit
E. Kekurangan vitamin
Seorang pasien memiliki papul dan pustul pada wajah dengan komedo terbuka dan tertutup. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
A. Dermatitis perioral
B. Acne vulgaris
C. Rosacea
D. Seborrheic dermatitis
E. Dermatitis kontak
Seorang wanita 32 tahun didiagnosis dermatitis perioral. Pasien memiliki riwayat penggunaan kortikosteroid topikal pada wajah selama 1 bulan. Langkah terapi awal yang paling penting adalah:
A. Memberikan antihistamin
B. Menghentikan kortikosteroid topikal
C. Memberikan retinoid oral
D. Memberikan antijamur
E. Memberikan kortikosteroid sistemik
Seorang pasien dermatitis perioral dengan lesi cukup luas tidak membaik dengan terapi topikal. Terapi sistemik yang paling tepat adalah:
A. Doksisiklin
B. Acyclovir
C. Fluconazole
D. Prednison
E. Isotretinoin
Seorang wanita 28 tahun datang dengan keluhan ruam kemerahan di sekitar mulut sejak 2 minggu. Lesi berupa papul kecil eritematosa dengan skuama halus. Pada pemeriksaan didapatkan sparing pada vermilion border bibir. Pasien mengaku sering menggunakan krim steroid pada wajah karena gatal.

Diagnosis yang paling mungkin adalah:
A. Acne vulgaris
B. Rosacea
C. Dermatitis perioral
D. Dermatitis kontak
E. Lupus eritematosus kutan
Faktor risiko yang paling sering menyebabkan dermatitis perioral adalah:
A. Paparan sinar matahari
B. Infeksi bakteri
C. Penggunaan kortikosteroid topikal pada wajah
D. Trauma kulit
E. Kekurangan vitamin
Seorang pasien memiliki papul dan pustul pada wajah dengan komedo terbuka dan tertutup. Diagnosis yang paling mungkin adalah:
A. Dermatitis perioral
B. Acne vulgaris
C. Rosacea
D. Seborrheic dermatitis
E. Dermatitis kontak
Seorang wanita 32 tahun didiagnosis dermatitis perioral. Pasien memiliki riwayat penggunaan kortikosteroid topikal pada wajah selama 1 bulan. Langkah terapi awal yang paling penting adalah:
A. Memberikan antihistamin
B. Menghentikan kortikosteroid topikal
C. Memberikan retinoid oral
D. Memberikan antijamur
E. Memberikan kortikosteroid sistemik
Seorang pasien dermatitis perioral dengan lesi cukup luas tidak membaik dengan terapi topikal. Terapi sistemik yang paling tepat adalah:
A. Doksisiklin
B. Acyclovir
C. Fluconazole
D. Prednison
E. Isotretinoin