Soal-soal Infeksi Virus

Soal-soal Infeksi Virus

1.

Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan benjolan kasar pada jari tangan sejak dua bulan. Lesi tidak nyeri dan membesar perlahan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan papul hiperkeratotik dengan permukaan kasar, serta titik-titik hitam kecil. Apakah diagnosis yang paling mungkin?

A. Molluscum contagiosum

B. Verruca vulgaris

C. Clavus

D. Seborrheic keratosis

E. Karsinoma sel skuamosa


2.

Mekanisme utama terbentuknya lesi pada verruca vulgaris adalah?

A. Reaksi alergi

B. Proliferasi keratinosit akibat HPV

C. Infeksi bakteri

D. Gangguan melanosit

E. Deposisi imun kompleks


3.

Seorang anak perempuan usia 12 tahun datang dengan keluhan kutil pada jari tangan sejak 3 bulan. Lesi berupa papul hiperkeratotik kecil. Dokter memberikan terapi topikal yang bekerja dengan melarutkan keratin pada stratum korneum. Apakah obat yang paling tepat?

A. Asam salisilat

B. Ketokonazol

C. Mupirosin

D. Hidrokortison

E. Asiklovir


4.

Seorang pria 25 tahun datang dengan keluhan kutil pada jari tangan yang tidak membaik setelah terapi topikal selama 3 bulan. Dokter mempertimbangkan tindakan destruktif dengan menggunakan nitrogen cair. Apakah mekanisme kerja terapi tersebut?

A. Inhibisi sintesis DNA virus

B. Pembentukan kristal es yang menyebabkan nekrosis sel

C. Menghambat mitosis keratinosit

D. Menghambat replikasi virus

E. Meningkatkan produksi interferon


5.

Seorang pria 30 tahun datang dengan banyak kutil pada tangan dan kaki yang sudah berlangsung lama dan sulit sembuh. Pasien diketahui memiliki riwayat HIV. Mengapa kondisi ini lebih sulit diobati pada pasien tersebut?

A. Virus menjadi lebih virulen

B. Terjadi infeksi bakteri sekunder

C. Respons imun seluler menurun

D. Terjadi hiperkeratosis berat

E. Virus mengalami mutasi


6.

Seorang wanita 25 tahun datang dengan keluhan luka nyeri di bibir yang sering kambuh. Sebelum muncul lesi, pasien merasakan sensasi kesemutan di area tersebut. Pada pemeriksaan tampak vesikel berkelompok di atas dasar eritem. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Herpes zoster

B. Aphthous ulcer

C. Herpes simplex

D. Impetigo

E. Varisela


7.

Herpes simplex genital paling sering disebabkan oleh:

A. HSV-1

B. HSV-2

C. VZV

D. EBV

E. HPV


8.

Seorang pasien datang saat fase prodromal herpes simplex rekuren. Terapi terbaik adalah:

A. Antibiotik

B. Kortikosteroid

C. Asiklovir segera

D. Antijamur

E. Antihistamin


9.

Perbedaan utama herpes simplex dengan herpes zoster adalah:

A. HSV lebih nyeri

B. HSV dermatomal

C. HSV rekuren dan lokal

D. HSV generalisata

E. HSV menyebabkan neuralgia


10.

Indikasi terapi supresif herpes simplex adalah:

A. Episode pertama

B. Nyeri ringan

C. ≥6 episode/tahun

D. Lesi tunggal

E. Tanpa gejala


11.

Seorang anak laki-laki usia 6 tahun datang dengan benjolan kecil di wajah sejak 2 minggu. Lesi berbentuk papul, warna putih mutiara, dengan lekukan di tengah (umbilikasi), tidak nyeri. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Verruca vulgaris

B. Molluscum contagiosum

C. Milia

D. Acne vulgaris

E. Varicella


12.

Penyebab molluscum contagiosum adalah:

A. Human papillomavirus

B. Herpes simplex virus

C. Molluscum contagiosum virus

D. Varicella zoster virus

E. Epstein-Barr virus


13.

Seorang pria dewasa dengan lesi molluscum pada genital. Mekanisme penularan tersering adalah:

A. Airborne

B. Fekal-oral

C. Kontak seksual

D. Transplasenta

E. Gigitan serangga


14.

Pendekatan utama pada molluscum contagiosum tanpa komplikasi adalah:

A. Antibiotik

B. Antiviral sistemik

C. Observasi

D. Kortikosteroid

E. Antihistamin


15.

Komplikasi yang paling sering terjadi pada molluscum contagiosum adalah:

A. Metastasis

B. Ulserasi berat

C. Autoinokulasi

D. Sepsis

E. Fibrosis