Soal Rambut
Soal 1
Seorang pria usia 34 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan rambut menipis sejak sekitar 2 tahun terakhir. Awalnya pasien menyadari garis rambut di bagian frontal semakin mundur, kemudian dalam 1 tahun terakhir rambut di daerah vertex juga tampak semakin jarang. Pasien tidak mengeluhkan gatal, nyeri, atau kemerahan pada kulit kepala. Riwayat penyakit serupa pada ayah pasien ada sejak usia muda.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan penipisan rambut pada regio frontal dan vertex dengan variasi diameter rambut, tanpa adanya plak alopecia berbatas tegas, tanpa skuama, dan tanpa tanda inflamasi.
Mekanisme patogenesis yang paling mendasari kondisi pasien adalah:
A. Infeksi jamur pada folikel rambut
B. Reaksi autoimun terhadap folikel rambut
C. Miniaturisasi folikel akibat dihidrotestosteron
D. Kerusakan folikel akibat trauma mekanik
E. Penurunan produksi melanin pada rambut
Jawaban: C
Pembahasan:
Alopecia androgenetik disebabkan oleh DHT yang menyebabkan miniaturisasi folikel rambut dan perubahan rambut terminal menjadi vellus.
Soal 2
Seorang wanita usia 29 tahun datang dengan keluhan rambut semakin menipis sejak 1 tahun terakhir. Pasien merasa rambutnya berkurang terutama di bagian tengah kepala, tetapi garis rambut frontal masih tampak utuh. Tidak ada keluhan nyeri, gatal, atau luka.
Pada pemeriksaan didapatkan penipisan difus pada regio vertex dengan widening of central parting, tanpa adanya patch alopecia berbatas tegas.
Klasifikasi yang paling sesuai untuk kondisi pasien adalah:
A. Norwood stage III
B. Ludwig stage II
C. Norwood stage V
D. Ludwig stage I
E. Alopecia totalis
Jawaban: B
Pembahasan:
Wanita dengan penipisan difus di vertex tanpa resesi frontal khas menggunakan klasifikasi Ludwig. Stadium II menunjukkan penipisan lebih nyata dibanding stadium I.
Soal 3
Seorang pria usia 40 tahun dengan diagnosis alopecia androgenetik ingin mendapatkan terapi. Dokter mempertimbangkan pemberian obat yang bekerja dengan menghambat konversi testosteron menjadi dihidrotestosteron.
Efek utama dari terapi tersebut terhadap folikel rambut adalah:
A. Meningkatkan fase telogen
B. Menurunkan produksi melanin
C. Menghambat miniaturisasi folikel rambut
D. Menginduksi kerusakan folikel
E. Menghambat pertumbuhan rambut
Jawaban: C
Pembahasan:
Finasteride menghambat 5α-reduktase sehingga menurunkan DHT dan mencegah miniaturisasi folikel.
Soal 4
Seorang pria usia 28 tahun datang dengan keluhan rambut rontok. Ia khawatir karena melihat beberapa area rambut tampak lebih tipis. Dokter mempertimbangkan beberapa diagnosis banding.
Manakah temuan berikut yang PALING mendukung alopecia androgenetik dibanding alopecia areata?
A. Patch alopecia berbatas tegas
B. Exclamation mark hair
C. Nail pitting
D. Penipisan rambut difus dengan variasi diameter
E. Rambut patah dan skuama
Jawaban: D
Pembahasan:
Alopecia androgenetik ditandai oleh variasi diameter rambut (anisotrichosis) dan penipisan difus, bukan patch berbatas tegas.
Soal 5
Seorang pasien dengan alopecia androgenetik diberikan minoksidil topikal. Setelah beberapa bulan penggunaan, pasien melaporkan adanya rambut halus baru di area yang sebelumnya menipis.
Mekanisme utama kerja obat tersebut adalah:
A. Menghambat enzim 5α-reduktase
B. Menginduksi inflamasi folikel
C. Memperpanjang fase anagen folikel rambut
D. Menghambat apoptosis sel rambut
E. Menurunkan kadar androgen
Jawaban: C
Pembahasan:
Minoksidil bekerja dengan memperpanjang fase anagen dan meningkatkan pertumbuhan rambut.
Soal-Soal Alopecia Areata (1)
Soal 1
Seorang perempuan 21 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan rambut rontok mendadak sejak 3 minggu. Keluhan dimulai dari satu bercak botak di parietal kanan dan kini menjadi dua bercak. Pasien tidak mengeluhkan nyeri, demam, maupun skuama tebal. Riwayat menggunakan cat rambut disangkal. Pada pemeriksaan didapatkan dua plak alopecia berbatas tegas, bentuk oval, permukaan halus, tanpa atrofi, tanpa eritema bermakna, dan ostium folikel masih tampak. Di tepi salah satu lesi terdapat rambut pendek yang mengecil di pangkal. Kuku tangan tampak memiliki pitting halus multipel.
Diagnosis yang paling mungkin adalah:
A. Tinea capitis
B. Trichotillomania
C. Alopecia areata
D. Telogen effluvium
E. Alopecia sifilitika
Jawaban: C.
Pembahasan: Gambaran khas berupa plak alopecia non-sikatrikal berbatas tegas, permukaan halus, exclamation mark hair, dan nail pitting sangat mendukung alopecia areata.
Soal 2
Seorang anak laki-laki 9 tahun dibawa ibunya karena terdapat area botak pada kulit kepala sejak 1 bulan. Lesi awal kecil lalu membesar perlahan. Anak tidak merasa gatal, tetapi ibunya khawatir karena rambut tampak mudah tercabut di tepi lesi. Pada pemeriksaan dijumpai patch alopecia berbatas tegas pada regio oksipital, tanpa skuama, tanpa pustul, dan tidak ada limfadenopati servikal. Dokter melakukan pemeriksaan penunjang sederhana di poli untuk menilai aktivitas penyakit dengan menarik sekelompok rambut di tepi lesi dan beberapa rambut mudah tercabut.
Tujuan utama pemeriksaan yang dilakukan dokter adalah:
A. Menegakkan infeksi jamur kulit kepala
B. Menilai aktivitas kerontokan penyakit
C. Membedakan rambut anagen dari rambut telogen secara mikroskopik
D. Menentukan jenis mutasi genetik pasien
E. Menentukan perlu tidaknya transplantasi rambut
Jawaban: B.
Pembahasan: Hair pull test digunakan untuk menilai aktivitas kerontokan, terutama pada tepi lesi aktif alopecia areata.
Soal 3
Seorang laki-laki 28 tahun datang dengan keluhan botak berbentuk pita pada bagian belakang hingga samping bawah kulit kepala sejak 6 bulan. Pasien telah menggunakan obat oles bebas tanpa perbaikan. Pada pemeriksaan didapatkan alopecia non-sikatrikal yang mengikuti batas oksipital dan temporal inferior. Tidak ada skuama tebal atau krusta. Dokter menjelaskan bahwa pola ini termasuk bentuk alopecia areata yang secara klinis cenderung lebih sulit ditatalaksana dan prognosisnya kurang baik dibanding bentuk patchy biasa.
Bentuk klinis yang paling sesuai adalah:
A. Reticular alopecia areata
B. Diffuse alopecia areata
C. Alopecia totalis
D. Ophiasis
E. Sisaipho
Jawaban: D.
Pembahasan: Pola pita pada regio oksipital dan temporal khas untuk ophiasis.
Soal 4
Seorang perempuan 32 tahun dengan alopecia areata luas datang ke dokter spesialis kulit. Kerontokan telah mengenai lebih dari setengah kulit kepala dan terdapat kehilangan sebagian alis. Setelah evaluasi, direncanakan terapi sistemik modern yang bekerja dengan menghambat jalur sitokin yang berperan pada proses autoimun folikel rambut.
Mekanisme kerja terapi target tersebut adalah:
A. Menghambat sintesis ergosterol jamur
B. Menurunkan produksi androgen pada folikel
C. Menghambat jalur Janus kinase
D. Menghambat pembelahan sel matriks rambut secara nonspesifik
E. Menginduksi sklerosis pembuluh darah perifolikular
Jawaban: C.
Pembahasan: JAK inhibitor bekerja menghambat jalur Janus kinase yang berperan pada sinyal sitokin inflamasi dalam alopecia areata.
Soal 5
Seorang perempuan 24 tahun datang karena rambut rontok menyebar sejak 2 bulan setelah stres berat. Pasien menyebut rambut banyak tertinggal saat keramas dan menyisir. Pada pemeriksaan didapatkan penipisan difus seluruh kulit kepala tanpa patch berbatas tegas. Hair pull test positif di banyak area, tetapi tidak ditemukan exclamation mark hair, yellow dots, atau nail pitting. Dokter mempertimbangkan diagnosis banding selain alopecia areata.
Diagnosis yang paling mungkin adalah:
A. Alopecia areata diffuse
B. Telogen effluvium
C. Trichotillomania
D. Tinea capitis
E. Alopecia totalis
Jawaban: B.
Pembahasan: Kerontokan difus setelah stres berat, tanpa patch khas dan tanpa tanda pendukung alopecia areata, lebih sesuai dengan telogen effluvium.
Soal-Soal Telogen Efluvium (1)
Soal 1
Seorang wanita usia 28 tahun datang dengan keluhan rambut rontok sejak 2 bulan terakhir. Pasien mengeluhkan rambut banyak rontok saat keramas dan menyisir hingga memenuhi lantai kamar mandi. Riwayat 3 bulan sebelumnya pasien mengalami demam tinggi akibat infeksi dengue. Tidak terdapat keluhan gatal, nyeri, maupun bercak botak pada kulit kepala.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan penipisan rambut difus tanpa adanya patch alopecia berbatas tegas. Hair pull test menunjukkan beberapa helai rambut mudah tercabut dari berbagai area kulit kepala.
Mekanisme utama yang paling mendasari kondisi ini adalah:
A. Kerusakan folikel permanen
B. Miniaturisasi folikel akibat DHT
C. Perpindahan folikel rambut ke fase telogen secara simultan
D. Infeksi jamur pada batang rambut
E. Reaksi autoimun terhadap folikel
Jawaban: C
Soal 2
Seorang wanita usia 32 tahun datang dengan keluhan rambut rontok hebat sejak 4 bulan terakhir. Pasien melahirkan anak pertamanya 5 bulan lalu. Ia mengeluhkan rambut rontok difus tanpa pola tertentu. Pada pemeriksaan tidak ditemukan plak alopecia, tidak ada tanda inflamasi, dan hair pull test positif.
Pendekatan terbaik pada pasien ini adalah:
A. Memberikan kemoterapi
B. Melakukan transplantasi rambut
C. Memberikan edukasi bahwa kondisi reversibel
D. Memberikan steroid dosis tinggi
E. Melakukan biopsi segera
Jawaban: C
Soal 3
Seorang pria usia 35 tahun datang dengan keluhan rambut rontok sejak 8 bulan terakhir. Kerontokan terjadi difus dan tidak membaik. Tidak ada riwayat stres jelas.
Langkah berikutnya yang paling tepat adalah:
A. Tidak perlu evaluasi
B. Evaluasi penyebab sistemik seperti anemia atau gangguan tiroid
C. Langsung transplantasi rambut
D. Diagnosis alopecia areata
E. Berikan antibiotik
Jawaban: B
Soal 4
Seorang pasien dengan telogen effluvium bertanya mengapa rambutnya baru rontok beberapa bulan setelah stres.
Penjelasan terbaik adalah:
A. Rambut langsung rontok saat stres
B. Rambut butuh waktu siklus telogen
C. Rambut tidak terkait siklus
D. Rambut rusak permanen
E. Rambut mati
Jawaban: B
Soal 5
Seorang pasien mengalami kerontokan difus tanpa patch. Pemeriksaan menunjukkan hair pull test positif dan tidak ada tanda inflamasi.
Diagnosis paling mungkin:
A. Alopecia areata
B. Telogen effluvium
C. Tinea capitis
D. Lupus
E. Psoriasis
Jawaban: B