Soal-soal Infeksi Bakteri

Soal-soal Infeksi Bakteri

1.

Seorang wanita 55 tahun datang dengan keluhan kaki kiri merah, nyeri, dan bengkak sejak 1 hari. Pada pemeriksaan tampak eritem merah terang dengan batas tegas. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Selulitis

B. Erisipelas

C. Dermatitis kontak

D. DVT

E. Abses


2.

Penyebab tersering erisipelas adalah:

A. Staphylococcus aureus

B. Streptococcus pyogenes

C. Candida albicans

D. Pseudomonas

E. HSV


3.

Perbedaan utama erisipelas dengan selulitis adalah:

A. Erisipelas tidak nyeri

B. Erisipelas tidak ada demam

C. Erisipelas berbatas tegas

D. Selulitis lebih superfisial

E. Erisipelas kronik


4.

Seorang pasien dengan erisipelas ringan tanpa gejala sistemik. Terapi yang tepat adalah:

A. Antibiotik IV

B. Antibiotik topikal

C. Penisilin oral

D. Antijamur

E. Kortikosteroid


5.

Pasien dengan erisipelas disertai demam tinggi dan tanda sepsis. Tatalaksana yang tepat adalah:

A. Rawat jalan

B. Antibiotik topikal

C. Penisilin oral

D. Penisilin G IV dan rawat inap

E. Antihistamin


6.

Seorang pria 50 tahun datang dengan keluhan kaki kanan merah, nyeri, dan bengkak sejak 2 hari. Pada pemeriksaan tampak eritem luas, hangat, nyeri tekan, dengan batas tidak tegas. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Erysipelas

B. Selulitis

C. Dermatitis kontak

D. Trombosis vena dalam

E. Gout


7.

Penyebab tersering selulitis adalah:

A. Candida albicans

B. Staphylococcus epidermidis

C. Streptococcus pyogenes

D. Pseudomonas aeruginosa

E. HSV


8.

Pasien dengan selulitis disertai demam tinggi dan takikardia. Tatalaksana yang tepat adalah:

A. Antibiotik topikal

B. Antibiotik oral

C. Rawat jalan saja

D. Antibiotik IV dan rawat inap

E. Antihistamin


9.

Perbedaan utama selulitis dengan erisipelas adalah:

A. Selulitis lebih superfisial

B. Selulitis tidak nyeri

C. Selulitis berbatas tidak tegas

D. Selulitis tidak ada eritem

E. Selulitis kronik


10.

Pasien selulitis ditemukan adanya fluktuasi dan pus. Tatalaksana yang tepat adalah:

A. Antibiotik oral saja

B. Antibiotik topikal

C. Insisi dan drainase

D. Antijamur

E. Observasi


11.

Seorang pria 40 tahun datang dengan bercak kecoklatan pada lipat paha sejak lama. Tidak terlalu gatal. Pada pemeriksaan Wood lamp tampak fluoresensi merah koral. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Tinea cruris

B. Kandidiasis

C. Eritrasma

D. Psoriasis inversa

E. Dermatitis kontak


12.

Penyebab eritrasma adalah:

A. Candida albicans

B. Trichophyton rubrum

C. Corynebacterium minutissimum

D. Staphylococcus aureus

E. Streptococcus pyogenes


13.

Pemeriksaan penunjang paling khas untuk menegakkan eritrasma adalah:

A. KOH

B. Gram stain

C. Wood lamp

D. Kultur darah

E. Biopsi


14.

Perbedaan eritrasma dengan tinea cruris adalah:

A. Eritrasma gatal berat

B. Eritrasma KOH positif

C. Tinea cruris KOH positif

D. Eritrasma disebabkan jamur

E. Tinea tidak gatal


15.

Seorang pasien dengan eritrasma luas pada lipatan tubuh. Terapi yang tepat adalah:

A. Antijamur topikal

B. Kortikosteroid

C. Eritromisin oral

D. Antivirus

E. Antihistamin


16.

Seorang anak usia 7 tahun datang dengan luka pada tungkai yang awalnya berupa pustul kemudian menjadi ulkus dengan krusta tebal berwarna kehitaman. Lesi meninggalkan bekas luka setelah sembuh. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Impetigo krustosa

B. Herpes simplex

C. Ektima

D. Varisela

E. Tinea corporis


17.

Perbedaan utama ektima dengan impetigo adalah:

A. Ektima tidak menular

B. Ektima lebih superfisial

C. Ektima mengenai dermis dan meninggalkan skar

D. Impetigo lebih dalam

E. Ektima tidak disebabkan bakteri


18.

Penyebab tersering ektima adalah:

A. Candida albicans

B. HSV

C. Streptococcus pyogenes

D. Mycobacterium

E. HPV


19.

Terapi utama pada ektima adalah:

A. Antibiotik topikal saja

B. Antijamur

C. Antibiotik sistemik

D. Antivirus

E. Kortikosteroid


20.

Lokasi tersering ektima adalah:

A. Wajah

B. Kulit kepala

C. Tungkai bawah

D. Punggung

E. Abdomen


21.

Seorang anak usia 4 tahun datang dengan lesi di wajah berupa krusta kekuningan seperti madu. Lesi awal berupa vesikel yang mudah pecah. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Herpes simplex

B. Impetigo krustosa

C. Varisela

D. Dermatitis kontak

E. Tinea corporis


22.

Penyebab tersering impetigo bulosa adalah:

A. Streptococcus pyogenes

B. Staphylococcus aureus

C. Pseudomonas aeruginosa

D. Candida albicans

E. HSV


23.

Seorang anak dengan impetigo lokal di wajah tanpa demam. Terapi terbaik adalah:

A. Antibiotik oral

B. Antiviral

C. Mupirocin topikal

D. Antijamur

E. Kortikosteroid


24.

Pasien impetigo memerlukan antibiotik sistemik bila:

A. Lesi kecil

B. Tidak gatal

C. Lesi luas atau bulosa

D. Tidak ada demam

E. Usia muda


25.

Komplikasi impetigo akibat Streptococcus pyogenes adalah:

A. Ensefalitis

B. Pneumonia

C. Glomerulonefritis akut

D. Sepsis

E. Hepatitis


26.

Seorang pria 20 tahun datang dengan keluhan bintil bernanah kecil pada punggung setelah sering berkeringat. Pada pemeriksaan tampak pustul kecil dengan rambut di tengahnya. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Akne vulgaris

B. Impetigo

C. Folikulitis

D. Herpes simplex

E. Tinea corporis


27.

Penyebab tersering folikulitis adalah:

A. Streptococcus pyogenes

B. Staphylococcus aureus

C. Candida albicans

D. HSV

E. Pseudomonas aeruginosa


28.

Seorang pasien dengan folikulitis ringan terbatas tanpa gejala sistemik. Terapi terbaik adalah:

A. Antibiotik oral

B. Antijamur oral

C. Mupirocin topikal

D. Antivirus

E. Kortikosteroid


29.

Seorang pasien dengan lesi nyeri dalam berupa nodul pada folikel rambut. Diagnosis folikulitis profunda ditegakkan. Terapi yang tepat adalah:

A. Antibiotik topikal saja

B. Antihistamin

C. Antibiotik sistemik

D. Antijamur topikal

E. Kortikosteroid


30.

Perbedaan utama folikulitis dengan akne vulgaris adalah:

A. Folikulitis tidak nyeri

B. Folikulitis tidak pustular

C. Akne memiliki komedo

D. Folikulitis tidak ada rambut

E. Akne tidak inflamasi


31.

Seorang pria 30 tahun datang dengan benjolan nyeri pada leher yang membesar dan berisi nanah. Pada pemeriksaan tampak nodul eritem dengan fluktuasi. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Folikulitis

B. Impetigo

C. Furunkel

D. Kista epidermal

E. Dermatitis


32.

Seorang pasien dengan lesi besar di punggung, tampak beberapa lubang drainase dengan pus dan disertai demam. Diagnosis yang paling tepat adalah:

A. Furunkel

B. Karbunkel

C. Folikulitis

D. Impetigo

E. Selulitis


33.

Seorang pasien dengan abses kulit akibat furunkel. Terapi utama yang harus dilakukan adalah:

A. Antibiotik oral

B. Kortikosteroid

C. Insisi dan drainase

D. Antihistamin

E. Antijamur


34.

Antibiotik sistemik pada furunkel diberikan pada kondisi:

A. Lesi kecil tunggal

B. Tanpa nyeri

C. Lesi luas atau disertai demam

D. Tanpa pus

E. Lesi kronis


35.

Faktor risiko utama terjadinya furunkel berulang adalah:

A. Hipertensi

B. Diabetes mellitus

C. Asma

D. Hipotiroid

E. Anemia