Flashcard Rambut
1. Apa yang dimaksud dengan alopecia androgenetik dan bagaimana mekanisme utamanya?
Jawaban:
Alopecia androgenetik adalah kerontokan rambut non-sikatrikal kronik yang dipengaruhi faktor genetik dan hormon androgen, terutama dihidrotestosteron (DHT). DHT menyebabkan pemendekan fase anagen dan miniaturisasi folikel rambut sehingga rambut terminal berubah menjadi rambut vellus yang lebih halus dan pendek.
2. Bagaimana membedakan alopecia androgenetik dengan alopecia areata berdasarkan klinis?
Jawaban:
Alopecia androgenetik ditandai oleh penipisan rambut yang progresif dengan pola khas (frontal dan vertex pada pria, difus pada wanita), tanpa batas tegas dan tanpa tanda inflamasi. Sedangkan alopecia areata berupa patch alopecia berbatas tegas, sering ditemukan exclamation mark hair dan dapat disertai nail pitting.
3. Mengapa enzim 5α-reduktase penting dalam patogenesis alopecia androgenetik?
Jawaban:
Enzim 5α-reduktase mengubah testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT). DHT memiliki afinitas tinggi terhadap reseptor androgen di folikel rambut dan menyebabkan miniaturisasi folikel serta pemendekan fase pertumbuhan rambut.
4. Kapan terapi finasteride diindikasikan dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Jawaban:
Finasteride diindikasikan terutama pada pria dengan alopecia androgenetik. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim 5α-reduktase sehingga menurunkan kadar DHT dan memperlambat miniaturisasi folikel rambut.
5. Apa alasan minoksidil menjadi terapi lini pertama pada alopecia androgenetik?
Jawaban:
Minoksidil merupakan terapi lini pertama karena bekerja memperpanjang fase anagen dan meningkatkan perfusi folikel rambut, sehingga merangsang pertumbuhan rambut kembali. Obat ini dapat digunakan pada pria maupun wanita.
Flashcard Alopecia Areata (1)
1. Apa yang dimaksud dengan alopecia areata?
Jawaban: Alopecia areata adalah penyakit autoimun pada folikel rambut yang menyebabkan kerontokan rambut non-sikatrikal berbentuk bercak atau pola tertentu pada area berambut.
2. Apa tanda klinis khas yang sangat mendukung diagnosis alopecia areata?
Jawaban: Tanda klinis yang sangat mendukung diagnosis adalah plak alopesia berbatas tegas tanpa sikatriks, disertai exclamation mark hair pada tepi lesi dan dapat disertai nail pitting.
3. Mengapa rambut pada alopecia areata masih berpotensi tumbuh kembali?
Jawaban: Rambut masih berpotensi tumbuh kembali karena pada alopecia areata folikel rambut diserang secara imunologis tetapi tidak mengalami destruksi permanen atau sikatriks.
4. Kapan pasien alopecia areata harus dirujuk?
Jawaban: Pasien harus dirujuk bila lesi luas, cepat progresif, mengenai alis atau bulu mata, dicurigai diagnosis banding lain, gagal terapi awal, atau memerlukan terapi sistemik atau prosedural.
5. Apa bentuk klinis alopecia areata yang paling berat?
Jawaban: Bentuk klinis yang paling berat adalah alopecia universalis, yaitu hilangnya seluruh rambut kepala dan rambut tubuh.
Flashcard Telogen Efluvium (1)
1. Apa mekanisme utama terjadinya telogen effluvium dan mengapa muncul terlambat setelah stres?
Jawaban: Telogen effluvium terjadi karena banyak folikel rambut berpindah ke fase telogen secara simultan akibat stres. Rambut rontok muncul 2–3 bulan kemudian karena mengikuti siklus rambut hingga fase telogen selesai.
2. Bagaimana membedakan telogen effluvium dengan alopecia androgenetik?
Jawaban: Telogen effluvium menyebabkan kerontokan difus tanpa pola khas, sedangkan alopecia androgenetik memiliki pola khas (frontal/vertex) dan miniaturisasi folikel.
3. Apa peran hair pull test dalam telogen effluvium?
Jawaban: Hair pull test digunakan untuk menilai aktivitas kerontokan dan biasanya positif karena banyak rambut telogen yang mudah tercabut.
4. Mengapa telogen effluvium bersifat reversibel?
Jawaban: Karena folikel rambut tidak mengalami kerusakan permanen sehingga dapat kembali ke fase anagen.
5. Kapan telogen effluvium harus dicurigai menjadi kronik?
Jawaban: Jika berlangsung lebih dari 6 bulan atau tidak ditemukan faktor pencetus yang jelas.
