Dermatofitosis.

Dermatofitosis.

Nama Lain : Tinea, Ringworm, Dermatomikosis dermatofita, Infeksi jamur dermatofit


Definisi

Dermatofitosis adalah infeksi jamur oleh dermatofit yang mengenai jaringan berkeratin, yaitu stratum korneum kulit, rambut, dan kuku. Infeksi ini bersifat superfisial dan tidak mengenai jaringan hidup yang lebih dalam.¹,²


Definisi Dermatofit

Dermatofit adalah kelompok jamur patogen yang mampu mencerna keratin (keratinofilik) sehingga dapat menginfeksi jaringan berkeratin seperti stratum korneum kulit, rambut, dan kuku, serta menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai dermatofitosis (tinea).¹,²


Karakteristik Dermatofit

Bersifat keratinofilik dan keratinolitik karena menghasilkan enzim keratinase.

Hanya menyerang jaringan superfisial dan tidak menginvasi jaringan hidup yang dalam.

Tumbuh optimal pada lingkungan hangat dan lembap.

Penularan melalui kontak langsung atau tidak langsung (fomite).

Dermatofit hanya hidup pada jaringan mati berkeratin.

Menyebabkan lesi annular khas (ringworm).

Infeksi sering dipengaruhi oleh kelembapan, higiene, dan imunitas host.

Diagnosis dikonfirmasi dengan KOH menunjukkan hifa bersepta.¹,²



Patogenesis Umum

Dermatofit melekat pada stratum korneum sebagai tempat hidup utama.

Menghasilkan enzim keratinase untuk mencerna keratin.

Jamur kemudian berproliferasi dan menyebar secara radial di epidermis superfisial.

Bagian tengah lesi mengalami resolusi relatif (central healing).

Tepi lesi tetap aktif sehingga terbentuk plak annular dengan tepi aktif khas dermatofitosis.²,³


Penularan

Antropofilik (manusia ke manusia)

Sumber infeksi berasal dari manusia yang terinfeksi, ditularkan melalui kontak langsung kulit ke kulit atau benda terkontaminasi (fomite) seperti handuk, pakaian, dan alat pribadi.

Agen penyebab utama meliputi Trichophyton rubrum (tersering), T. tonsurans, dan Epidermophyton floccosum.

Jamur beradaptasi baik dengan host manusia sehingga menimbulkan respons imun minimal, yang menyebabkan inflamasi ringan.

Gambaran klinis cenderung kronik, perlahan, dan sering tidak terlalu mencolok, misalnya skuama ringan atau lesi annular yang tidak terlalu merah.

Karena inflamasi ringan, infeksi sering persisten dan mudah kambuh (rekuren) bila terapi tidak adekuat atau faktor predisposisi tidak diatasi.

Penularan mudah terjadi pada kondisi lingkungan padat, higiene kurang, dan penggunaan barang bersama.

Korelasi klinis: Respons imun yang lemah terhadap dermatofit antropofilik menyebabkan infeksi bertahan lama tanpa inflamasi hebat, sehingga sering menjadi kronik dan rekuren.¹-³


Zoofilik (hewan ke manusia)

Sumber infeksi berasal dari hewan yang terinfeksi, terutama kucing, anjing, dan hewan pengerat, melalui kontak langsung.

Agen penyebab utama meliputi Microsporum canis (kucing/anjing) dan Trichophyton mentagrophytes var. mentagrophytes (hewan pengerat).

Jamur belum beradaptasi baik dengan manusia sehingga menimbulkan respons imun yang kuat.

Gambaran klinis biasanya inflamasi akut dan lebih berat, berupa eritem intens, vesikel, pustula, bahkan kerion (pada rambut).

Lesi sering tampak lebih mencolok, nyeri, dan progresif cepat dibandingkan antropofilik.

Karena respons imun kuat, infeksi cenderung self-limited dan jarang kambuh setelah sembuh.

Korelasi klinis: Respons imun yang kuat terhadap dermatofit zoofilik menyebabkan inflamasi hebat tetapi membantu eliminasi jamur, sehingga perjalanan penyakit lebih akut namun tidak kronik.¹-³


Geofilik (tanah ke manusia)

Sumber infeksi berasal dari tanah yang mengandung dermatofit, ditularkan melalui kontak langsung dengan tanah atau benda terkontaminasi.

Agen penyebab utama adalah Microsporum gypseum.

Jamur tidak beradaptasi dengan baik pada manusia sehingga memicu respons imun yang kuat.

Gambaran klinis biasanya berupa inflamasi akut yang cukup berat, dengan eritem, papul, vesikel, atau pustula.

Lesi sering tampak lebih reaktif dan cepat berkembang, mirip dengan tipe zoofilik.

Karena respons imun kuat, infeksi cenderung self-limited dan jarang kambuh setelah sembuh.

Korelasi klinis: Paparan dermatofit dari lingkungan (tanah) memicu reaksi imun inflamasi yang kuat, sehingga infeksi bersifat akut tetapi tidak kronik.¹-³



✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini