Soal–soal Gangguan pada Kehamilan

Soal–soal Gangguan pada Kehamilan


1.

Seorang ibu hamil 38 minggu datang dengan demam 38,5°C, denyut nadi 110x/menit, DJJ 170x/menit, uterus nyeri tekan, cairan ketuban keruh berbau busuk. Diagnosis paling mungkin adalah…

A. Pielonefritis

B. Apendisitis akut

C. Gastroenteritis

D. Korioamnionitis klinis

E. HELLP syndrome


2.

Apa tatalaksana utama setelah diagnosis korioamnionitis klinis?

A. Tunggu sampai paru janin matur

B. Persalinan segera dengan antibiotik

C. Observasi sampai kontraksi spontan

D. Lakukan SC pada semua kasus

E. Berikan tokolitik


3.

Antibiotik lini pertama korioamnionitis menurut MMN & CMM adalah…

A. Ampisilin + gentamisin ± metronidazol

B. Ceftriaxone + azitromisin

C. Metronidazol saja

D. Piperacilin/tazobaktam + linezolid

E. Amoksisilin-klavulanat


4.

Apa komplikasi neonatus jangka panjang yang dapat terjadi akibat korioamnionitis dengan funisitis?

A. Asma & gangguan neurodevelopment

B. Diabetes neonatal

C. Hipotiroid kongenital

D. PDA

E. Atresia esofagus


5.

Seorang ibu hamil dengan korioamnionitis klinis, janin <32 minggu, apa tindakan tambahan sebelum persalinan?

A. Deksametason 4x

B. MgSO₄ untuk neuroproteksi

C. Metilprednisolon dosis tinggi

D. Tamsulosin

E. Primakuin


6.

Seorang wanita 27 tahun, G2P1, datang dengan nyeri perut bawah kanan sejak 2 hari. HPHT 8 minggu lalu. Pada pemeriksaan ditemukan nyeri tekan kuadran kanan bawah dan nyeri goyang porsio. USG transvaginal tidak tampak kantong gestasi intrauterin, ditemukan massa adneksa kanan. Kadar β-hCG 3200 IU/L. Penatalaksanaan terbaik adalah:

A. Ekspektasi dengan observasi

B. Kuretase uterus

C. Laparoskopi eksplorasi

D. Pemberian progesteron mikronisasi

E. Metotreksat IM


7.

Seorang wanita 32 tahun, G3P2, datang dengan perdarahan sedikit sejak 3 hari. HPHT 7 minggu lalu. β-hCG 6500 IU/L, USG tidak menunjukkan GS intrauterin. Progesteron <5 ng/ml. Penatalaksanaan selanjutnya:

A. Ulang β-hCG 48 jam

B. Observasi

C. Laparoskopi diagnostik

D. Metotreksat IM

E. Kuretase


8.

Berikut yang BUKAN syarat pemberian metotreksat:

A. Massa <4 cm

B. Tidak ada cairan bebas

C. β-hCG <10.000 IU/L

D. Kehamilan heterotopik

E. Pasien mampu follow-up β-hCG serial


9.

Wanita 24 tahun datang dengan nyeri mendadak perut bawah, pingsan, TD 80/50 mmHg, nadi 124x/menit. Riwayat terlambat haid 2 bulan. Penanganan awal:

A. Salpingektomi laparoskopi

B. Kuretase

C. Cairan kristaloid cepat

D. Metotreksat IM

E. Ekspektasi


10.

Komplikasi jangka panjang kehamilan ektopik adalah:

A. Asherman syndrome

B. HELLP

C. Infertilitas tubal

D. Tromboflebitis

E. Hipotiroid


11.

Seorang wanita hamil 32 minggu datang kontrol rutin. USG transvaginal menunjukkan adanya pembuluh darah fetal yang berjalan melintasi os serviks internal. Diagnosis yang paling mungkin adalah...

A. Plasenta previa

B. Vasa previa

C. Abruptio plasenta

D. Inkompetensi serviks

E. Kehamilan ektopik servikal


12.

Komplikasi utama yang ditakuti dari vasa previa jika tidak terdeteksi sebelum persalinan adalah...

A. Sepsis neonatal

B. Gawat janin dan kematian janin akut

C. Retensio plasenta

D. Pendarahan postpartum

E. Inversio uteri


13.

Modalitas diagnostik pilihan untuk mendeteksi vasa previa pada ibu hamil adalah...

A. CT scan pelvis

B. USG transabdominal biasa

C. USG transvaginal dengan color Doppler

D. MRI pelvis

E. Histeroskopi


14.

Tatalaksana standar pada kasus vasa previa terdiagnosis pada trimester ketiga adalah...

A. Persalinan pervaginam ditunggu spontan

B. Induksi persalinan pada 37 minggu

C. Seksio sesarea elektif sebelum onset persalinan

D. Observasi sampai terjadi rupture of membranes

E. Manual removal plasenta segera setelah lahir


15.

Faktor risiko utama terjadinya vasa previa adalah...

A. Inkompatibilitas Rh

B. Velamentous cord insertion

C. Kehamilan ektopik sebelumnya

D. Usia ibu >35 tahun

E. Diabetes gestasional


16.

Seorang G4P3A0 usia kehamilan 33 minggu datang dengan keluhan perdarahan merah segar tanpa nyeri. Pemeriksaan menunjukkan kepala janin masih ballotable. Apa pemeriksaan konfirmasi yang paling tepat?

A. Pemeriksaan VT hati-hati

B. USG transabdominal

C. USG transvaginal

D. Doppler aliran umbilikal

E. MRI pelvis


17.

Pasien dengan plasenta previa marginalis usia kehamilan 34 minggu datang dengan perdarahan ringan. Tindakan yang tepat?

A. SC segera

B. Rawat inap, monitoring, steroid

C. Induksi oksitosin

D. Amniotomi terencana

E. Rujuk pulang observasi mandiri


18.

Seorang pasien plasenta previa totalis dengan riwayat 2x SC sebelumnya datang kontrol usia 36 minggu, belum ada perdarahan. Tatalaksana paling sesuai?

A. Observasi lanjut

B. SC elektif 36–37 minggu

C. Coba persalinan pervaginam

D. Tolak tindakan sampai ada perdarahan

E. Ekspektasi hingga 40 minggu


19.

Plasenta previa dengan jarak 15 mm dari OUI berdasarkan USG transvaginal. Rencana tatalaksana?

A. Harus SC mutlak

B. Persalinan vaginal diperbolehkan dengan persiapan SC

C. Tidak perlu tindakan khusus

D. Curetage elektif

E. Terminasi segera


20.

Kenapa pemeriksaan VT tidak boleh dilakukan pada kasus dicurigai plasenta previa?

A. Berisiko menyebabkan infeksi

B. Tidak membantu diagnosis

C. Dapat memicu perdarahan hebat

D. Dapat menyebabkan persalinan prematur

E. Menekan DJJ


21.

Seorang ibu hamil 34 minggu datang dengan keluhan nyeri perut terus-menerus sejak 2 jam lalu, disertai perdarahan pervaginam berwarna gelap. Pemeriksaan menunjukkan uterus tegang, nyeri tekan, dan DJJ 90 x/menit. Diagnosis yang paling mungkin adalah?

A. Plasenta previa

B. Bloody show

C. Abrupsio plasenta

D. Ruptur uteri

E. Koriokarsinoma


22.

Tindakan paling tepat pada ibu hamil 37 minggu dengan abrupsio plasenta grade 2, janin masih hidup, dan tanda vital stabil adalah?

A. Observasi ketat di rawat jalan

B. Terminasi segera dengan SC

C. Induksi oksitosin

D. Pasang balon bakri

E. Berikan MgSO₄ tanpa terminasi


23.

Pemeriksaan laboratorium paling penting untuk menilai risiko DIC pada kasus abrupsio plasenta berat adalah?

A. Hitung leukosit

B. PT & aPTT

C. Fibrinogen plasma

D. Kreatinin serum

E. AST/ALT


24.

Pada abrupsio plasenta disertai preeklampsia berat yang mendapat MgSO₄, monitoring apa yang wajib dilakukan setiap 30 menit?

A. Refleks patella

B. Output urine

C. DJJ

D. Pemeriksaan fundus

E. USG plasenta


25.

Pada abrupsio plasenta dengan janin IUFD dan koagulasi normal, tindakan paling tepat adalah?

A. SC emergensi

B. Induksi persalinan vaginal

C. Observasi sampai kontraksi spontan

D. Ekspektasi >48 jam

E. Histerektomi profilaksis


26.

Seorang wanita hamil 30 minggu datang dengan keluhan sesak napas dan perut tegang. Pemeriksaan menunjukkan TFU 36 cm, denyut jantung janin sulit terdengar, dan USG menunjukkan AFI 36 cm. Apa diagnosis yang paling mungkin?

A. Kehamilan kembar

B. Ascites

C. Kehamilan mola

D. Polihidramnion

E. Hamil postterm


27.

Indikasi penghentian pemberian indometasin dalam terapi polihidramnion, KECUALI:

A. Usia kehamilan >32 minggu

B. Tanda kontraksi prematur

C. Penurunan jumlah cairan ketuban

D. Penutupan dini ductus arteriosus

E. Tidak ditemukan penyebab pasti


28.

Seorang ibu hamil 34 minggu didiagnosis polihidramnion sedang. Pemeriksaan tambahan yang diperlukan untuk menyingkirkan kelainan kongenital adalah:

A. CTG

B. Pemeriksaan funduskopi

C. Pemeriksaan genetik janin

D. Pemeriksaan ureum dan kreatinin

E. Pemeriksaan HbA1c


29.

Komplikasi maternal yang paling mungkin terjadi pada polihidramnion berat adalah:

A. Preeklampsia

B. Kehamilan lewat waktu

C. Atonia uteri

D. Infeksi saluran kemih

E. Plasenta akreta


30.

Seorang wanita hamil 28 minggu dengan polihidramnion direncanakan menjalani amnioreduksi. Tujuan utama tindakan ini adalah:

A. Menurunkan risiko infeksi

B. Mencegah kelainan letak

C. Menurunkan tekanan darah ibu

D. Mengurangi gejala dan mencegah persalinan prematur

E. Merangsang pertumbuhan janin


31.

Seorang wanita 22 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 10 minggu datang dengan perdarahan pervaginam deras. Pasien mengeluh mual muntah berat dan kadang berdebar. Pemeriksaan fisik menunjukkan fundus uteri setinggi pusat. USG menunjukkan tampilan "snowstorm" tanpa tampak janin. Penatalaksanaan utama adalah:

A. Ekspektasi observasi

B. Pemberian misoprostol oral

C. Suction curettage

D. Kemoterapi methotrexate awal

E. Pemberian oksitosin intramuskular


32.

Faktor risiko mola hidatidosa berikut BENAR, kecuali:

A. Usia ibu <20 atau >35 tahun

B. Defisiensi vitamin A

C. Riwayat mola sebelumnya

D. Hipertensi kronik

E. Penggunaan kontrasepsi oral lama


33.

Pemeriksaan hormon yang khas meningkat sangat tinggi pada mola hidatidosa adalah:

A. Progesteron

B. Estradiol

C. β-hCG

D. TSH

E. Prolaktin


34.

Wanita pasca evakuasi mola hidatidosa datang kontrol. Didapatkan β-hCG yang plateau setelah 6 minggu. Tindakan berikutnya:

A. Observasi dilanjutkan

B. Ulang suction curettage

C. Beri kemoterapi methotrexate

D. Pasang IUD untuk kontrasepsi

E. Beri asam traneksamat


35.

Komplikasi jangka panjang mola hidatidosa yang paling ditakuti adalah:

A. Anemia

B. Infertilitas permanen

C. Gestational trophoblastic neoplasia

D. Preeklamsia

E. Hiperemesis gravidarum


36.

Seorang ibu berusia 27 tahun, G3P2A0, hamil 16 minggu, datang untuk kontrol rutin. Pada kehamilan sebelumnya, pasien dua kali mengalami keguguran spontan pada trimester II tanpa nyeri atau kontraksi. USG transvaginal serviks menunjukkan panjang 22 mm. Penatalaksanaan yang paling tepat adalah:

A. Observasi ulang 2 minggu

B. Pemberian progesteron vaginal

C. Cerclage profilaksis

D. Induksi terminasi

E. Antibiotik jangka panjang


37.

Seorang ibu hamil 20 minggu datang dengan keluhan rasa berat di perut bawah. Pada inspeksi spekulum tampak membran menonjol ke introitus. Tatalaksana selanjutnya:

A. Cerclage rescue

B. Terminasi SC segera

C. Berikan nifedipin dan tunggu

D. Amnioreduksi lalu induksi

E. Hanya tirah baring total


38.

Apa tujuan utama pemeriksaan USG serviks serial tiap 2 minggu pada inkompeten serviks borderline (<30 mm)?

A. Menilai posisi janin

B. Menentukan waktu SC elektif

C. Deteksi dini shortening serviks progresif

D. Mengukur cairan ketuban

E. Deteksi DIC


39.

Tindakan tambahan pada cerclage untuk menurunkan risiko korioamnionitis menurut protokol FK adalah:

A. Deksametason profilaksis

B. Antibiotik perioperatif

C. Aspirin dosis rendah

D. Heparin profilaksis

E. Tranexamic acid


40.

Jika terjadi IUFD pada inkompeten serviks gagal cerclage, langkah awal adalah:

A. SC emergensi

B. Lepas jahitan cerclage & lakukan induksi sesuai skor Bishop

C. Ekspektasi hingga kontraksi spontan

D. Kuretase langsung

E. Histerektomi elektif


41.

Seorang primipara berusia 25 tahun melahirkan spontan bayi dengan berat 3.200 gram. Setelah persalinan, ditemukan robekan pada mukosa vagina dan kulit perineum tanpa keterlibatan otot. Tidak ada inkontinensia. Diagnosis yang paling tepat adalah:

A. Ruptur perineum derajat I

B. Ruptur perineum derajat II

C. Ruptur perineum derajat IIIa

D. Ruptur perineum derajat IIIc

E. Ruptur perineum derajat IV


42.

Seorang wanita berusia 30 tahun melahirkan dengan bantuan forceps. Setelah persalinan, tampak robekan hingga otot perineum, tetapi sfingter ani tetap utuh. Tidak ada keluhan inkontinensia. Tatalaksana yang paling tepat adalah:

A. Observasi tanpa jahit

B. Reparasi anatomis berlapis dengan anestesi lokal

C. Reparasi sfingter ani dengan teknik overlapping

D. Rujukan tanpa tindakan apa pun

E. Kolostomi protektif


43.

Seorang primipara berusia 28 tahun melahirkan bayi dengan berat 4.200 gram menggunakan forceps. Setelah persalinan, pasien mengeluh tidak dapat menahan flatus. Pada pemeriksaan rektal, ditemukan robekan >50% sfingter ani eksternus. Diagnosis yang paling tepat adalah:

A. Derajat II

B. Derajat IIIa

C. Derajat IIIb

D. Derajat IIIc

E. Derajat IV


44.

Seorang ibu postpartum mengeluh keluarnya feses dari vagina segera setelah persalinan. Pada inspeksi, tampak robekan hingga mukosa rektum. Penatalaksanaan definitif yang paling tepat adalah:

A. Jahit sederhana di ruang bersalin

B. Kompres dingin dan observasi

C. Reparasi berlapis di ruang operasi dengan anestesi regional atau umum

D. Antibiotik oral saja

E. Laksatif tanpa tindakan bedah


45.

Seorang ibu postpartum dengan riwayat persalinan forceps datang 2 hari setelah persalinan dengan keluhan nyeri hebat pada perineum disertai pembengkakan tegang. Tekanan darah stabil. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Ruptur derajat I

B. Hematoma perineum

C. Fistula rektovaginal

D. Endometritis

E. Prolaps rektum