Soal-soal Tumor dan Keganasan pada Organ Genital

Soal-soal Tumor dan Keganasan pada Organ Genital


1.

Seorang wanita usia 28 tahun datang ke Puskesmas karena nyeri tumpul di perut bagian bawah sejak 1 minggu. Pemeriksaan USG menunjukkan massa ovarium kanan berukuran 4,5 cm, unilokular, dinding tipis, dan tidak solid. Terapi awal yang paling tepat adalah...

A. Laparotomi eksploratif

B. Pemberian antibiotik

C. Observasi dan USG ulang 6–12 minggu

D. Ooforektomi

E. Kistektomi laparoskopik


2.

Kapan seorang pasien dengan kista ovarium sebaiknya dirujuk ke fasilitas sekunder?

A. Ukuran kista <4 cm dan asimtomatik

B. Kista menetap >3 bulan dan bertambah besar

C. Kista folikular dengan hasil USG normal

D. Pasien usia 20 tahun dengan kista sederhana

E. Kista menghilang dalam 1 bulan


3.

Seorang pasien 30 tahun mengeluh nyeri panggul kronik dan dispareunia. Pemeriksaan menunjukkan kista ovarium berisi darah tua. Diagnosis paling mungkin adalah...

A. Kista folikular

B. Endometrioma

C. Cystadenoma serosum

D. Teratoma matur

E. Kista korpus luteum


4.

Pemeriksaan penunjang utama yang digunakan untuk menilai struktur dan isi kista ovarium adalah...

A. MRI pelvis

B. CT-Scan abdomen

C. USG transvaginal

D. Laparoskopi eksploratif

E. Pemeriksaan darah lengkap


5.

Tujuan pemeriksaan CA-125 pada pasien kista ovarium adalah untuk...

A. Menilai ovulasi

B. Deteksi ruptur kista

C. Deteksi infeksi

D. Evaluasi kemungkinan keganasan

E. Deteksi kehamilan ektopik


6.

Seorang wanita usia 28 tahun datang ke Puskesmas karena nyeri tumpul di perut bagian bawah sejak 1 minggu. Pemeriksaan USG menunjukkan massa ovarium kanan berukuran 4,5 cm, unilokular, dinding tipis, dan tidak solid. Terapi awal yang paling tepat adalah...

A. Laparotomi eksploratif

B. Pemberian antibiotik

C. Observasi dan USG ulang 6–12 minggu

D. Ooforektomi

E. Kistektomi laparoskopik


7.

Kapan seorang pasien dengan kista ovarium sebaiknya dirujuk ke fasilitas sekunder?

A. Ukuran kista <4 cm dan asimtomatik

B. Kista menetap >3 bulan dan bertambah besar

C. Kista folikular dengan hasil USG normal

D. Pasien usia 20 tahun dengan kista sederhana

E. Kista menghilang dalam 1 bulan


8.

Seorang pasien 30 tahun mengeluh nyeri panggul kronik dan dispareunia. Pemeriksaan menunjukkan kista ovarium berisi darah tua. Diagnosis paling mungkin adalah...

A. Kista folikular

B. Endometrioma

C. Cystadenoma serosum

D. Teratoma matur

E. Kista korpus luteum


9.

Pemeriksaan penunjang utama yang digunakan untuk menilai struktur dan isi kista ovarium adalah...

A. MRI pelvis

B. CT-Scan abdomen

C. USG transvaginal

D. Laparoskopi eksploratif

E. Pemeriksaan darah lengkap


10.

Tujuan pemeriksaan CA-125 pada pasien kista ovarium adalah untuk...

A. Menilai ovulasi

B. Deteksi ruptur kista

C. Deteksi infeksi

D. Evaluasi kemungkinan keganasan

E. Deteksi kehamilan ektopik


11.

Seorang wanita usia 48 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan keputihan bercampur darah yang berbau selama 2 bulan terakhir. Pemeriksaan inspekulo menunjukkan lesi ulseratif mudah berdarah pada porsio. Pemeriksaan penunjang awal yang paling tepat untuk diagnosis adalah:

A. Tes HPV DNA

B. Pap smear

C. Kolposkopi

D. Biopsi serviks

E. USG transvaginal


12.

Seorang wanita 38 tahun datang untuk pemeriksaan skrining kanker serviks. Tidak ada keluhan. Hasil Pap smear menunjukkan lesi HSIL. Tindakan selanjutnya yang paling tepat adalah:

A. Ulangi Pap smear 1 tahun kemudian

B. Berikan antibiotik dan ulangi 6 bulan

C. Lakukan kolposkopi dan biopsi target

D. Lakukan kuretase endoserviks

E. Pemeriksaan CA-125


13.

Seorang wanita 55 tahun didiagnosis dengan karsinoma serviks stadium IIIB menurut FIGO 2018. Terapi utama pada kasus ini adalah:

A. Histerektomi radikal

B. Kemoradiasi kombinasi

C. Kemoterapi tunggal

D. Radioterapi eksternal

E. Terapi hormonal


14.

Seorang wanita 29 tahun baru menikah dan belum memiliki anak. Ia terdiagnosis CIN 2 berdasarkan hasil biopsi. Penatalaksanaan yang paling tepat adalah:

A. Histerektomi total

B. Cryotherapy

C. Terapi hormonal

D. Eksisi serviks dengan LEEP

E. Observasi tanpa terapi


15.

Faktor risiko utama yang paling berkaitan dengan terjadinya kanker serviks adalah:

A. Keputihan kronis

B. Multiparitas

C. Infeksi HPV onkogenik

D. Riwayat keluarga kanker

E. Merokok


16.

Seorang wanita usia 58 tahun, pascamenopause, datang dengan keluhan perdarahan pervaginam sejak 2 minggu. USG transvaginal menunjukkan penebalan endometrium 8 mm. Biopsi endometrium menunjukkan adenokarsinoma endometrioid grade 1. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan massa di serviks. Tidak ditemukan metastasis pada pemeriksaan CT scan. Tindakan utama yang paling tepat untuk pasien ini adalah:

A. Kemoterapi paklitaksel-karboplatin tunggal

B. Total histerektomi dengan salpingo-ooforektomi bilateral

C. Radioterapi eksternal panggul

D. Terapi hormonal progestin dosis tinggi

E. Kemoradioterapi konkuren


17.

Seorang wanita usia 65 tahun dengan perdarahan pascamenopause. Biopsi endometrium menunjukkan karsinoma serous. MRI pelvis memperlihatkan invasi lebih dari setengah miometrium dan keterlibatan serviks. Tidak ditemukan metastasis jauh. Stadium menurut FIGO 2018 adalah:

A. Stadium I

B. Stadium II

C. Stadium IIIA

D. Stadium IIIC

E. Stadium IVB


18.

Seorang wanita 35 tahun didiagnosis karsinoma endometrium stadium IA, grade 1, tanpa invasi miometrium. Pasien ingin mempertahankan kesuburannya. Penatalaksanaan yang sesuai adalah:

A. Total histerektomi dan salpingo-ooforektomi bilateral

B. Terapi progestin dosis tinggi atau LNG-IUD dengan evaluasi histologi berkala

C. Radioterapi panggul

D. Kemoterapi kombinasi karboplatin-paklitaksel

E. Eksenterasi pelvis


19.

Faktor risiko paling kuat untuk karsinoma endometrium tipe 1 adalah:

A. Infeksi HPV

B. Paparan estrogen tanpa oposisi

C. Defisiensi MMR

D. Mutasi TP53

E. Riwayat polip endometrium


20.

Seorang pasien karsinoma endometrium stadium lanjut dengan status MMR-proficient mengalami progresi setelah kemoterapi lini pertama. Terapi sistemik yang direkomendasikan sesuai guideline terbaru adalah:

A. Hormon progestin oral

B. Lenvatinib dikombinasikan dengan pembrolizumab

C. Radioterapi tunggal

D. Pembedahan sitoreduktif

E. Dostarlimab tunggal


21.

Seorang wanita 42 tahun datang dengan keluhan haid banyak sejak 1 tahun terakhir. Pemeriksaan bimanual menunjukkan uterus membesar, berbenjol, dan tidak nyeri. Pemeriksaan penunjang paling tepat sebagai langkah awal adalah:

A. MRI pelvis

B. Histeroskopi

C. USG transvaginal

D. Biopsi endometrium

E. CT-scan abdomen


22.

Mioma yang paling sering menyebabkan perdarahan uterus abnormal dan gangguan fertilitas adalah:

A. Mioma subserosa tipe FIGO 6

B. Mioma intramural tipe FIGO 4

C. Mioma submukosa tipe FIGO 0–2

D. Mioma serviks tipe FIGO 8

E. Mioma parasitik


23.

Faktor etiologi utama mioma uteri yang berperan dalam inisiasi penyakit adalah:

A. Infeksi kronik miometrium

B. Invaginasi endometrium ke miometrium

C. Mutasi somatik monoklonal sel otot polos

D. Gangguan autoimun

E. Defisiensi progesteron


24.

Manakah pernyataan yang PALING TEPAT mengenai perjalanan alamiah mioma uteri?

A. Mioma selalu membesar seiring usia

B. Mioma sering muncul sebelum menarke

C. Mioma bersifat hormon-independen

D. Mioma cenderung mengecil setelah menopause

E. Semua mioma berisiko tinggi menjadi ganas


25.

Indikasi rujukan PALING KUAT pada pasien mioma uteri di layanan primer adalah:

A. Mioma kecil tanpa gejala

B. Menoragia ringan yang responsif NSAID

C. Uterus berbenjol tanpa anemia

D. Nyeri panggul akut disertai kecurigaan torsio mioma

E. Mioma pada pasien usia <30 tahun


26.

Seorang wanita 22 tahun datang ke IGD dengan nyeri perut bawah kanan mendadak sejak 6 jam yang lalu. Nyeri semakin berat, disertai mual dan muntah. Pemeriksaan fisik: nyeri tekan hebat di fossa iliaka kanan, tanda peritoneal positif. USG Doppler menunjukkan whirlpool sign dan ovarium membesar heterogen. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Kehamilan ektopik terganggu

B. Apendisitis akut

C. Torsi kista ovarium

D. Ruptur kista korpus luteum

E. Endometriosis ruptur


27.

Seorang wanita 30 tahun datang dengan nyeri perut bawah mendadak setelah aktivitas berat. Pasien tampak pucat, tekanan darah 80/60 mmHg, nadi 120x/menit. USG menunjukkan cairan bebas intraabdomen dan kista ovarium ruptur. Tatalaksana awal paling tepat adalah:

A. Observasi dan analgesik

B. Cairan intravena cepat + laparotomi emergensi

C. Terapi hormonal progestin

D. Kemoterapi BEP

E. Radioterapi pelvis


28.

Seorang wanita 18 tahun dengan torsi kista ovarium. Selama operasi ditemukan ovarium tampak edematous tetapi masih viabel. Tindakan bedah yang direkomendasikan adalah:

A. Ooforektomi unilateral

B. Detorsi dan kistektomi konservatif

C. Salpingo-ooforektomi bilateral

D. Eksisi radikal + kemoterapi BEP

E. Observasi tanpa intervensi


29.

Apa tanda USG paling khas yang menunjang diagnosis torsi ovarium?

A. "Tip of the iceberg sign"

B. "Whirlpool sign"

C. "String of pearls sign"

D. Kista multilokuler dengan septa tebal

E. Bayangan posterior akibat rambut dan lemak


30.

Seorang wanita 28 tahun dengan riwayat kista ovarium fungsional yang sering kambuh. Dokter merencanakan pencegahan kekambuhan setelah operasi kista terakhir. Terapi yang dianjurkan adalah:

A. Kemoterapi adjuvan

B. Kontrasepsi oral kombinasi

C. Radioterapi pelvis

D. Agonis GnRH jangka panjang

E. Steroid dosis tinggi


31.

Seorang wanita 55 tahun datang dengan keluhan kembung, cepat kenyang, dan asites. USG transvaginal menunjukkan massa ovarium kompleks bilateral. CA-125 meningkat. Laparotomi mengonfirmasi karsinoma serous high-grade stadium IIIC. Tatalaksana utama yang tepat adalah:

A. Kemoterapi paklitaksel-karboplatin tanpa operasi

B. Sitoreduksi maksimal diikuti kemoterapi platinum-based

C. Radioterapi panggul eksternal

D. Terapi hormonal progestin dosis tinggi

E. Eksisi kista ovarium saja


32.

Wanita 40 tahun dengan riwayat keluarga kanker payudara. Hasil tes genetik BRCA1 positif. Tidak ditemukan massa ovarium. Pasien ingin tindakan pencegahan. Tindakan profilaksis yang direkomendasikan:

A. Histerektomi total segera

B. Salpingo-ooforektomi bilateral setelah selesai reproduksi (usia 35–40 tahun)

C. Radioterapi ovarium profilaksis

D. Pap smear rutin tiap 6 bulan

E. Kemoterapi profilaksis dengan karboplatin


33.

Wanita 30 tahun dengan kista ovarium. Hasil histopatologi: tumor borderline. Pasien ingin mempertahankan fertilitas. Tindakan yang paling sesuai adalah:

A. Ooforektomi bilateral dan histerektomi total

B. Salpingo-ooforektomi unilateral konservatif dengan staging lengkap

C. Kemoterapi paklitaksel-karboplatin 6 siklus

D. Radioterapi pelvis

E. Eksenterasi pelvis


34.

Pasien karsinoma ovarium high-grade serous stadium lanjut menyelesaikan kemoterapi karboplatin-paklitaksel dengan respon baik. Hasil tes genetik: BRCA1 positif. Terapi pemeliharaan yang direkomendasikan adalah:

A. Tamoxifen

B. Bevacizumab tunggal

C. PARP inhibitor (Olaparib)

D. Radioterapi profilaksis abdomen

E. Kemoterapi oral siklofosfamid


35.

Wanita 60 tahun, postmenopause, datang dengan nyeri perut dan massa adneksa. Pemeriksaan CA-125 meningkat. USG menunjukkan massa solid-kistik bilateral dengan papilasi. Diagnosis banding yang harus dipertimbangkan selain karsinoma ovarium adalah:

A. Kista dermoid ovarium

B. Polip endometrium

C. Mioma uteri subserosa

D. Endometrioma ovarium

E. Semua di atas benar


36.

Seorang wanita 28 tahun datang dengan keluhan perdarahan pervaginam tidak normal dua bulan setelah abortus. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar β-hCG 250.000 IU/L. USG transvaginal memperlihatkan massa heterogen intrauterin tanpa jaringan vili. Foto toraks menunjukkan lesi multipel bulat di kedua paru. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Mola hidatidosa parsial

B. Mola invasif

C. Koriokarsinoma

D. Aborsi inkomplet

E. Mioma uteri degeneratif


37.

Seorang pasien 32 tahun pascapersalinan normal 3 bulan lalu mengalami perdarahan pervaginam berulang dan sesak napas. Pemeriksaan β-hCG menunjukkan 180.000 IU/L. Skor risiko WHO FIGO dihitung: usia <40 tahun (0), kehamilan cukup bulan (2), interval 3 bulan (0), hCG >10⁵ IU/L (4), metastasis paru (0), jumlah metastasis 4 (1), ukuran tumor 4 cm (1), belum pernah kemoterapi (0). Total skor: 8. Regimen kemoterapi yang sesuai adalah:

A. Metotreksat tunggal

B. Actinomycin-D tunggal

C. EMA-CO kombinasi

D. Kuretase ulang

E. Histerektomi saja


38.

Diagnosis koriokarsinoma sering ditegakkan tanpa pemeriksaan histopatologi. Alasan utamanya adalah:

A. Biaya pemeriksaan histopatologi mahal

B. Selalu terdapat jaringan vili pada pemeriksaan USG

C. Risiko perdarahan tinggi bila dilakukan kuretase

D. Tidak ada fasilitas histopatologi di layanan primer

E. Diagnosis pasti hanya dengan kadar hCG


39.

Wanita 25 tahun pascamola hidatidosa 6 bulan lalu datang dengan perdarahan vagina. Kadar hCG 50.000 IU/L. Foto toraks menunjukkan nodul multipel. USG menunjukkan massa intrauterin heterogen. Manakah kriteria berikut yang menjadi indikasi rujukan segera ke pusat rujukan?

A. Perdarahan minimal dan hCG <100.000 IU/L

B. Tanpa metastasis, skor risiko 5

C. Metastasis paru dan hCG >100.000 IU/L

D. Tidak ada tanda klinis metastasis

E. Respons baik dengan kemoterapi tunggal awal


40.

Seorang pasien menjalani kemoterapi untuk koriokarsinoma risiko rendah. Setelah terapi selesai, hasil hCG menjadi negatif. Apa panduan monitoring pascaterapi yang tepat?

A. Pemeriksaan hCG harian hingga 3 bulan

B. Pemeriksaan hCG mingguan hingga negatif 1 kali

C. Pemeriksaan hCG mingguan hingga negatif 3 kali berturut, dilanjutkan bulanan selama 6–12 bulan

D. Pemeriksaan hCG hanya bila muncul gejala

E. Pemeriksaan USG setiap bulan tanpa hCG