
Missed Abortion (Abortus Tertunda)
Definisi & Batasan
Missed abortion adalah keadaan di mana janin telah meninggal dalam uterus namun tidak segera dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu, umumnya ≥4 minggu.
Kondisi ini terjadi pada usia kehamilan <20 minggu atau saat berat janin <500 g.
Disebut juga silent miscarriage karena sering berlangsung tanpa gejala khas.¹,²
Gambaran Klinis
Gejala:
Gejala kehamilan (mual, payudara tegang) yang menghilang secara tiba-tiba.
Perdarahan minimal atau tidak ada sama sekali.
Tidak terasa gerakan janin (pada usia kehamilan yang seharusnya sudah dapat dirasakan).
Nyeri: umumnya tidak ada, berbeda dengan abortus inkompletus.
Pemeriksaan fisik:
Serviks tertutup.
Ukuran uterus lebih kecil dari yang seharusnya sesuai usia kehamilan (involusi relatif).
USG transvaginal:
Kantong gestasi tanpa aktivitas jantung janin (FHR negatif).
Tidak ada perkembangan janin pada pemeriksaan ulang.
Laboratorium:²,³
Kadar β-hCG tidak meningkat sesuai usia kehamilan atau bahkan menurun.
Risiko koagulopati/DIC bila janin mati tertahan >4 minggu.¹,
Tatalaksana
Stabilisasi & Konseling
Pastikan kondisi ibu stabil.
Edukasi pasien bahwa janin tidak viabel; kehamilan perlu diakhiri untuk mencegah komplikasi.
Pilihan tatalaksana (berdasarkan kondisi ibu, usia gestasi, ketersediaan sarana, dan preferensi pasien):
Ekspektan: menunggu ekspulsi spontan, dapat dipertimbangkan pada missed abortion usia <12 minggu, dengan pemantauan ketat.
Medikamentosa: misoprostol ± mifepriston.
Misoprostol 800 µg pervaginam atau bukal; dapat diulang setiap 3–4 jam sesuai protokol.
Kombinasi mifepriston + misoprostol lebih efektif jika tersedia.
Evakuasi bedah:
<12 minggu: aspirasi vakum manual (AVM) atau kuretase.
12–20 minggu: dilatasi & evakuasi (D&E) atau induksi dengan misoprostol.
Antibiotik
Profilaksis antibiotik sebelum tindakan evakuasi (misalnya doksisiklin 200 mg PO dosis tunggal).
Berikan antibiotik spektrum luas jika ada tanda infeksi.
Anti-D imunoglobulin
Berikan pada ibu RhD-negatif, terutama bila usia kehamilan ≥12 minggu.
Pemantauan koagulasi
Bila janin tertahan >4 minggu → periksa fibrinogen, PT, aPTT, d-dimer untuk menyingkirkan DIC.
Edukasi pasca tindakan
Perdarahan ringan dapat berlangsung hingga 2 minggu.
Konseling kontrasepsi pasca-abortus.
Dukungan psikososial penting karena sering menimbulkan dampak emosional mendalam.¹,²,³