
Kista Gartner [3A]
Definisi
Kista Gartner adalah kista kongenital di dinding lateral vagina bagian atas yang terbentuk akibat persistensi sisa duktus mesonefrik (ductus Wolffi) yang gagal mengalami regresi selama perkembangan embriologis wanita.¹

Epidemiologi
Kista Gartner adalah kista vagina kongenital yang jarang, berasal dari sisa duktus mesonefrik (Wolffian duct).
Mencakup sekitar 10–20% dari seluruh kista vagina pada wanita.
Sebagian besar kasus asimtomatik dan ditemukan insidental saat pemeriksaan ginekologi rutin atau antenatal.
Paling sering terdiagnosis pada usia reproduktif, meskipun dapat ditemukan dari remaja hingga dewasa.
Dapat berasosiasi dengan kelainan kongenital genitourinarius, terutama agenesis atau displasia ginjal ipsilateral, sehingga evaluasi sistem urinarius perlu dipertimbangkan.¹-⁴
Etiologi
Persistensi duktus mesonefrik (ductus Wolffi) akibat kegagalan regresi normal selama perkembangan embriologis janin perempuan.
Akumulasi sekret mukoid atau serosa pada sisa duktus yang menetap, membentuk kista yang tumbuh perlahan.
Kelainan kongenital genitourinarius terkait, terutama agenesis atau displasia ginjal ipsilateral, yang mencerminkan asal embriologis sama.
Faktor mekanik seperti obstruksi muara sisa duktus atau produksi sekret berlebih dapat mempercepat pembesaran kista, meskipun bukan penyebab utama.¹-⁴
Klasifikasi
Berdasarkan ukuran
< 2 cm: biasanya asimtomatik dan ditemukan secara insidental saat pemeriksaan ginekologi rutin.
2–4 cm: dapat menimbulkan keluhan mekanik seperti rasa penuh di vagina atau dispareunia ringan.
> 4 cm: berisiko menimbulkan gejala bermakna dan memerlukan evaluasi serta tatalaksana lanjutan.
Berdasarkan lokasi
Dinding lateral atas vagina — lokasi khas kista Gartner.
Biasanya berada di lapisan submukosa dan bersifat unilateral.
Berdasarkan asosiasi kelainan
Isolated Gartner cyst: tanpa kelainan genitourinarius lain.
Associated Gartner cyst: disertai kelainan kongenital lain, terutama agenesis atau displasia ginjal ipsilateral dan kelainan Müllerian.
Berdasarkan gejala klinis
Asimtomatik: tidak menimbulkan keluhan dan tidak memerlukan intervensi aktif.
Simptomatik: menimbulkan dispareunia, rasa penuh di vagina, atau gangguan miksi akibat efek tekan lokal.¹-⁷
Patofisiologi
Kegagalan regresi duktus mesonefrik (ductus Wolffi), pada embrio wanita, duktus Wolffi seharusnya mengalami regresi karena tidak ada stimulasi androgen. Bila regresi tidak sempurna, sisa duktus dapat menetap di dinding lateral vagina bagian atas.
Persistensi sisa duktus Gartner, sisa duktus yang menetap tidak memiliki fungsi fisiologis, namun tetap dilapisi epitel sekretorik yang dapat menghasilkan cairan mukoid atau serosa.
Akumulasi sekret dan pembentukan kista, cairan yang diproduksi epitel sisa duktus terperangkap karena tidak ada saluran drainase yang adekuat. Hal ini menyebabkan pembesaran bertahap dan terbentuknya kista Gartner.
Efek tekan lokal akibat pembesaran kista, kista yang membesar dapat menekan jaringan sekitar — vagina, uretra, atau kandung kemih — sehingga menimbulkan gejala mekanik seperti dispareunia, rasa penuh di vagina, atau gangguan miksi.
Komplikasi sekunder (jarang), trauma lokal atau infeksi sekunder dapat menyebabkan inflamasi, nyeri, dan pembesaran kista yang lebih cepat — meskipun kondisi ini jarang terjadi.¹-⁷
Anamnesis
Sebagian besar asimtomatik dan ditemukan secara insidental saat pemeriksaan ginekologi rutin atau antenatal.
Keluhan utama bila simptomatik berupa rasa penuh atau benjolan di vagina yang menetap.
Dispareunia dapat terjadi akibat efek tekan kista pada dinding vagina.
Gangguan miksi ringan (disuria, rasa tidak lampias, atau sering berkemih) dapat muncul bila kista menekan uretra atau kandung kemih.
Keputihan atau nyeri lokal jarang, dan biasanya berkaitan dengan infeksi sekunder.¹,³,⁵,⁶,⁷
Pemeriksaan Fisik
Massa kistik lunak di dinding lateral atas vagina — lokasi khas kista Gartner.
Konsistensi fluktuatif, batas tegas, dan tidak nyeri tekan pada sebagian besar kasus.
Mukosa vagina utuh, tidak mudah berdarah, tanpa tanda inflamasi lokal.
Tidak berhubungan dengan serviks atau ostium uteri — membantu membedakan dari kelainan serviks.
Biasanya unilateral; temuan bilateral atau konsistensi padat memerlukan evaluasi lanjutan.¹,³,⁵,⁶
Pemeriksaan Penunjang
USG transvaginal atau perineal merupakan pemeriksaan awal untuk menilai massa kistik vagina, dengan temuan khas berupa lesi anekoik berdinding tipis tanpa komponen solid.
MRI pelvis dipertimbangkan bila diagnosis klinis atau USG meragukan, untuk menentukan lokasi anatomi secara presisi dan membedakan dari kista Müllerian, ureterokel, atau lesi neoplastik vagina.
USG ginjal dianjurkan pada kista besar, rekuren, atau kasus dengan kecurigaan kelainan kongenital lain untuk menyingkirkan agenesis atau displasia ginjal ipsilateral.
Biopsi atau eksisi diagnostik hanya dilakukan bila terdapat gambaran atipikal, pertumbuhan cepat, atau kecurigaan keganasan.³,⁴,⁶,⁷
Diagnosis Banding¹,³,⁵,⁶,⁷
| Diagnosis | Perbedaan dengan Kista Gartner |
|---|---|
| Kista Müllerian | Lokasi lebih sering di dinding posterior atau lateral bawah vagina, berasal dari sisa duktus Müllerian. |
| Kista inklusi epitel | Biasanya di bagian bawah vagina, sering terkait riwayat trauma, episiotomi, atau pembedahan. |
| Ureterokel | Massa kistik yang berhubungan dengan uretra atau vesika urinaria, sering disertai kelainan traktus urinarius. |
| Kista Bartholin | Terletak di sepertiga bawah vulva, tidak mencapai vagina bagian atas. |
| Lesi neoplastik vagina | Konsistensi padat, dapat disertai perdarahan atau ulserasi, pertumbuhan progresif. |
Penatalaksanaan
Non‑Farmakologis
Edukasi dan reassurance bahwa kista Gartner bersifat jinak dan sering tidak memerlukan intervensi bila asimtomatik.
Observasi berkala pada kista kecil tanpa gejala, dengan evaluasi klinis ulang untuk memantau ukuran dan perubahan gejala.
Modifikasi aktivitas seksual atau posisi koitus bila terdapat dispareunia ringan akibat tekanan lokal.
Pemantauan sistem urinarius (terutama ginjal ipsilateral) pada kista besar atau rekuren untuk menyingkirkan kelainan kongenital terkait.¹,³,⁴,⁵,⁶
Farmakologis
Tidak diperlukan terapi farmakologis rutin pada kista Gartner yang asimtomatik, karena bersifat kongenital dan non-infeksi.
Analgetik sederhana (AINS atau parasetamol) dapat diberikan bila nyeri ringan akibat efek tekan lokal.
Antibiotik hanya diindikasikan bila terdapat infeksi sekunder (nyeri bertambah, eritema, keputihan purulen), dan bukan terapi utama kista Gartner.
Terapi hormonal tidak memiliki peran, karena kista Gartner tidak dipengaruhi fluktuasi hormon.¹,³,⁵,⁶,⁷
| Obat | Dosis & Frekuensi | Farmakodinamik |
|---|---|---|
| Amoksisilin-klavulanat | 625 mg 3×/hari × 7 hari | Antibiotik spektrum luas, untuk infeksi sekunder |
| AINS (jika nyeri) | 500 mg 2×/hari | Inhibisi sintesis prostaglandin, antiinflamasi |
| Metronidazol (bila anaerob dicurigai) | 500 mg 2×/hari × 7 hari | Disrupti DNA bakteri anaerob |
Operatif 🟨
Indikasi Operasi :
Ukuran kista besar atau progresif (umumnya >4 cm) yang berisiko menimbulkan keluhan mekanik.
Gejala bermakna, terutama dispareunia sedang–berat, rasa penuh vagina yang menetap, atau nyeri lokal.
Gangguan saluran kemih (disuria, retensi, atau urgensi) akibat efek tekan kista pada uretra atau kandung kemih.
Infeksi berulang atau kista rekuren yang tidak membaik dengan observasi konservatif.
Diagnosis meragukan atau terdapat kecurigaan lesi neoplastik vagina, terutama bila konsistensi tidak khas atau pertumbuhan cepat.
Kebutuhan konfirmasi histopatologi, terutama pada pasien dewasa dengan gambaran klinis atipikal.³,⁵,⁶,⁷
Tindakan Operasi
Prinsip utama: eksisi lengkap kista secara transvaginal untuk mencegah rekurensi dan memperoleh spesimen histopatologi.
Diseksi hati-hati mengikuti bidang submukosa untuk menghindari cedera uretra dan kandung kemih.
Marsupialisasi dipertimbangkan bila eksisi lengkap sulit dilakukan.
Drainase sederhana tidak dianjurkan karena risiko rekurensi tinggi dan tidak memberikan diagnosis pasti.
Semua jaringan wajib diperiksa histopatologi untuk menyingkirkan lesi neoplastik yang jarang.⁵,⁶,⁷
Komplikasi
Dispareunia akibat tekanan kista pada dinding vagina, terutama bila ukuran membesar.
Gangguan miksi (disuria, rasa tidak tuntas, atau retensi) akibat kompresi uretra atau kandung kemih.
Infeksi sekunder yang menyebabkan nyeri lokal, keputihan, dan pembesaran kista lebih cepat.
Rekurensi bila eksisi tidak lengkap atau hanya dilakukan drainase.
Transformasi neoplastik (misalnya adenoma atau adenokarsinoma duktus Gartner) sangat jarang, namun perlu dipertimbangkan pada pertumbuhan cepat atau gambaran atipikal.³,⁵,⁶,⁷
Prognosis
Ad vitam: Bonam, kista Gartner bersifat jinak dan sangat jarang mengancam nyawa.
Ad functionam: Bonam, setelah eksisi lengkap, fungsi seksual dan saluran kemih pulih dengan baik.
Ad sanationam: Bonam, terapi operatif definitif (eksisi total) memberikan angka kesembuhan tinggi dengan risiko kekambuhan rendah.¹,³,⁵,⁶
Edukasi
Jelaskan bahwa kista Gartner bersifat jinak dan kongenital, serta umumnya tidak menimbulkan keluhan.
Tekankan bahwa tidak semua kista memerlukan tindakan—observasi berkala aman pada kasus tanpa gejala.
Anjurkan pasien untuk segera kontrol bila muncul nyeri, pembesaran massa, dispareunia, atau gangguan berkemih.
Sarankan menghindari hubungan seksual sementara bila menimbulkan nyeri hingga evaluasi lanjutan dilakukan.
Jelaskan kemungkinan pemeriksaan tambahan (USG/MRI atau eksisi) bila kista membesar atau diagnosis tidak pasti.¹,³,⁵,⁶,⁷
Kriteria Rujukan
Ukuran kista ≥4 cm atau bertambah cepat.
Gejala bermakna: dispareunia sedang–berat, nyeri menetap, atau rasa penuh vagina yang mengganggu aktivitas.
Gangguan saluran kemih: disuria, retensi, atau urgensi akibat efek tekan kista.
Infeksi sekunder atau kista rekuren yang tidak membaik dengan observasi konservatif.
Diagnosis meragukan atau kecurigaan lesi neoplastik vagina (konsistensi padat, pertumbuhan cepat).
Diperlukan tindakan operatif atau konfirmasi histopatologi yang berada di luar kewenangan FKTP.³,⁵,⁶,⁷