
Blighted Ovum (Kehamilan Anembrionik)
Definisi & Batasan
Blighted ovum adalah salah satu bentuk abortus spontan non-viabel, di mana kantong gestasi terbentuk, tetapi embrio gagal berkembang sehingga tidak tampak embrio maupun yolk sac pada pemeriksaan USG.
Disebut juga kehamilan anembrionik.
Termasuk abortus dini karena terjadi biasanya pada trimester pertama (<12 minggu).¹,²
Gambaran Klinis
Gejala awal mirip kehamilan normal: telat haid, tanda kehamilan awal.
Gejala abortus: perdarahan pervaginam ringan–sedang, kadang disertai nyeri perut bawah.
Pemeriksaan fisik:
Uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan.
Serviks bisa masih tertutup pada awal, namun dapat terbuka bila proses abortus berlanjut.
USG transvaginal (diagnostik kunci):
Kantong gestasi intrauterin tanpa embrio/yolk sac.
Kriteria diagnostik (ACOG/WHO):
Kantong gestasi ≥25 mm tanpa embrio.
Tidak tampak perkembangan embrio setelah pemeriksaan ulang 7–10 hari.¹,²,³
Patofisiologi
Kegagalan perkembangan embrio sering berkaitan dengan kelainan kromosom (misalnya trisomi, monosomi, aneuploidi), gangguan pembelahan sel dini, atau kegagalan implantasi embrio pada endometrium.¹,³
Tatalaksana
Konseling & Edukasi
Jelaskan bahwa kehamilan tidak viabel dan tidak ada kemungkinan janin berkembang.
Tenangkan pasien bahwa mayoritas kasus disebabkan kelainan kromosom, bukan kesalahan ibu.
Pilihan tatalaksana (bergantung usia gestasi, kondisi ibu, fasilitas, dan preferensi pasien):
Ekspektan: menunggu ekspulsi spontan; efektif pada sebagian besar kasus dalam 2–6 minggu.
Medikamentosa: misoprostol ± mifepriston.
Misoprostol 800 µg pervaginam/bukal, dapat diulang 3–4 jam bila belum keluar.
Evakuasi bedah: aspirasi vakum manual (AVM) atau dilatasi & kuretase bila perdarahan banyak, pasien tidak stabil, atau atas pilihan pasien.
Antibiotik
Profilaksis sebelum tindakan evakuasi (mis. doksisiklin 200 mg PO sekali).
Anti-D imunoglobulin
Diberikan pada ibu RhD-negatif bila usia ≥12 minggu atau bila dilakukan tindakan invasif.
Edukasi lanjutan
Perdarahan ringan normal 1–2 minggu pasca-evakuasi.
Kontrasepsi pasca-abortus dapat diberikan segera.
Anjurkan kontrol ulang 1–2 minggu dengan USG untuk memastikan kavum uteri kosong.
Dukungan emosional sangat penting.¹,²,³