Abortus Insipiens (Inevitable Abortion)

Abortus Insipiens (Inevitable Abortion)

Definisi & Batasan

Abortus insipiens adalah abortus yang sedang berlangsung, ditandai perdarahan pervaginam disertai nyeri perut bawah, dengan os serviks terbuka dan hasil konsepsi mulai keluar, sehingga kehamilan tidak dapat dipertahankan.

Disebut juga inevitable abortion karena prosesnya tidak dapat dicegah.

Batasan menurut Williams Obstetrics: usia <20 minggu atau berat janin <500 g.¹,²

Gambaran Klinis

Gejala utama: perdarahan pervaginam yang lebih banyak dibanding abortus imminens, sering disertai gumpalan darah.

Nyeri: kram perut bawah yang kuat dan reguler (kontraksi uterus).

Pemeriksaan fisik:

Os serviks terbuka, dapat teraba jaringan konsepsi di kanalis servikalis.

Uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan karena sebagian produk konsepsi sudah keluar.

USG transvaginal:

Dapat menunjukkan sebagian produk konsepsi sudah di segmen bawah uterus atau kanalis servikalis.

Tanda vital: perhatikan adanya takikardia/hipotensi bila perdarahan hebat.¹,²

Tatalaksana

1.

Stabilisasi awal

Pasang IV line, cairan kristaloid bila ada tanda hipovolemia.

Periksa Hb, golongan darah, siapkan transfusi bila perdarahan berat.

2.

Evakuasi uterus (tindakan utama)

Trimester I (<12 minggu): aspirasi vakum manual (AVM) lebih dianjurkan dibanding kuretase tajam.

Trimester II (12–20 minggu): dilatasi dan evakuasi (D&E) atau induksi dengan misoprostol.

Misoprostol regimen:

400–800 µg pervaginam atau sublingual, dapat diulang tiap 3–4 jam sesuai protokol.

Evakuasi harus segera dilakukan karena proses abortus tidak mungkin dihentikan.

3.

Antibiotik profilaksis

WHO & NICE merekomendasikan antibiotik profilaksis (mis. doksisiklin 200 mg PO sekali) sebelum tindakan evakuasi untuk menurunkan risiko infeksi pasca-abortus.

4.

Anti-D Imunoglobulin

Berikan pada ibu RhD-negatif, terutama bila usia kehamilan ≥12 minggu atau bila dilakukan tindakan invasif.

5.

Edukasi pasca tindakan

Perdarahan ringan dapat berlangsung 1–2 minggu.

Anjurkan kontrasepsi pasca-abortus.

Kontrol 1–2 minggu pasca-evakuasi untuk memastikan uterus kosong.¹,²,³


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini