Abortus Inkompletus (Incomplete Abortion)

Abortus Inkompletus (Incomplete Abortion)

Definisi & Batasan

Abortus inkompletus adalah keadaan di mana sebagian hasil konsepsi sudah keluar, namun masih ada sisa jaringan yang tertahan di dalam uterus, sehingga perdarahan pervaginam masih berlangsung.

Usia kehamilan: <20 minggu atau berat janin <500 g (definisi klasik).

Batasan klinis: produk konsepsi keluar sebagian, serviks masih terbuka, uterus belum kembali kosong.¹,²

Gambaran Klinis

Gejala utama: perdarahan pervaginam yang banyak, sering disertai gumpalan darah.

Nyeri: kram perut bawah akibat kontraksi uterus.

Pemeriksaan fisik:

Serviks terbuka, jaringan dapat teraba di kanalis servikalis.

Uterus lebih kecil dari usia kehamilan, tetapi belum involusi sempurna.

USG transvaginal:

Tampak retained products of conception (RPOC) di kavum uteri (endometrium tebal, jaringan heterogen, tanpa kantong gestasi utuh).

Tanda vital: perhatikan hipotensi atau takikardia bila perdarahan masif.¹,²

Tatalaksana

1.

Stabilisasi awal

Pasang IV line, cairan kristaloid bila ada tanda syok.

Periksa Hb, golongan darah, siapkan transfusi bila perlu.

2.

Evakuasi uterus (tindakan utama)

Trimester I (<12 minggu):

Aspirasi Vakum Manual (AVM) → metode utama, lebih aman dan efektif dibanding kuretase tajam.

Kuretase tajam hanya bila AVM tidak tersedia.

Trimester II (12–20 minggu):

Dilatasi & Evakuasi (D&E) atau induksi misoprostol.

Misoprostol regimen:

400–800 µg pervaginam, bukal, atau sublingual; dapat diulang tiap 3–4 jam sesuai protokol.

3.

Antibiotik

Antibiotik profilaksis (mis. doksisiklin 200 mg PO sekali) sebelum evakuasi untuk menurunkan risiko infeksi pasca-tindakan.

Jika ada tanda infeksi → antibiotik spektrum luas (mis. ampisilin + gentamisin + metronidazol).

4.

Anti-D imunoglobulin

Berikan pada ibu RhD-negatif, terutama bila usia kehamilan ≥12 minggu atau setelah evakuasi uterus.

5.

Edukasi pasca tindakan

Perdarahan ringan bisa berlangsung 1–2 minggu.

Kontrasepsi pasca-abortus perlu ditawarkan segera.

Kontrol ulang 1–2 minggu untuk memastikan kavum uteri kosong.¹,²,³


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini