
Abortus Imminens (Threatened Miscarriage)
Definisi & Batasan
Abortus imminens adalah keadaan perdarahan pervaginam pada kehamilan ≤20 minggu, dengan os serviks masih tertutup, tanpa pengeluaran jaringan konsepsi, dan janin masih viabel di dalam uterus.
Disebut “threatened” karena kehamilan masih mungkin dipertahankan.
Batasan klasik menurut Williams Obstetrics: usia <20 minggu atau berat janin <500 g.¹,²
Gambaran Klinis
Gejala utama: perdarahan ringan–sedang pervaginam pada trimester I.
Nyeri: bisa tidak ada atau berupa nyeri perut bawah ringan.
Pemeriksaan fisik:
Serviks tertutup, tidak ada jaringan pada ostium.
Uterus sesuai usia kehamilan.
USG transvaginal:
Kantong gestasi intrauterin.
Fetal heart rate (FHR) positif → kehamilan viabel.
Bisa ditemukan hematoma subkorionik (sering sebagai penyebab).
Laboratorium: β-hCG meningkat sesuai usia kehamilan.¹,³
Tatalaksana
Observasi & Edukasi
Sebagian besar kasus berlanjut menjadi kehamilan normal.
Edukasi pasien mengenai tanda bahaya: perdarahan bertambah, nyeri hebat, demam → segera kembali.
Tidak ada bukti manfaat tirah baring; cukup anjurkan aktivitas ringan.
Farmakologis (Progesteron)
Indikasi: wanita dengan perdarahan dini + riwayat keguguran berulang (≥1 kali).
Sediaan:
Progesteron mikronisasi vaginal 400 mg 2×/hari sampai usia 16 minggu (mis. Utrogestan®).
Dydrogesterone 10–20 mg per oral 2–3×/hari (mis. Duphaston®); bukti lebih lemah.
Bukti Cochrane (2021): ada peningkatan angka kelahiran hidup pada subkelompok dengan perdarahan + riwayat abortus.
Anti-D Imunoglobulin
Berikan pada ibu RhD-negatif bila perdarahan terjadi ≥12 minggu atau berulang banyak, untuk mencegah isoimunisasi.
Tidak dianjurkan rutin
Antibiotik → kecuali ada tanda infeksi.
Uterotonika/misoprostol → kontraindikasi karena janin masih viabel.
Tindak lanjut
USG ulang 1–2 minggu untuk memantau viabilitas janin.
Lanjutkan perawatan antenatal bila janin tetap viabel.¹,³,⁴,⁵