Abortus Habitualis

Abortus Habitualis

Definisi dan Batasan

Abortus habitualis (recurrent miscarriage) adalah keguguran yang terjadi berulang kali pada seorang wanita, biasanya ≥3 kali berturut-turut sebelum usia kehamilan 20 minggu atau janin dengan berat <500 gram. Beberapa literatur modern (misalnya ACOG dan ESHRE) sudah menyepakati batasan ≥2 kali abortus berulang untuk memulai evaluasi komprehensif.

Gambaran Klinis

Ciri khas klinis adalah riwayat keguguran berulang pada kehamilan awal tanpa adanya janin yang viable. Manifestasi tiap episode abortus dapat berupa:

Perdarahan pervaginam berulang pada trimester pertama.

Nyeri abdomen bawah dengan pola serupa tiap kejadian.

Kadang disertai keluarnya jaringan konsepsi pada abortus inkompletus/kompletus.

Pasien sering datang dengan keluhan riwayat keguguran berulang dan kecemasan mengenai keberlangsungan kehamilan berikutnya.

Etiologi Utama

1.

Kelainan genetik embrio: kromosom abnormal (trisomi, monosomi X, translokasi seimbang/robertsonian).

2.

Faktor anatomi uterus: uterus septum, sinekia intrauterin (Asherman), mioma submukosa.

3.

Faktor endokrin-metabolik: diabetes mellitus tidak terkontrol, hipotiroid, defisiensi luteal phase.

4.

Faktor imunologi: sindrom antifosfolipid (APS), penyakit autoimun (SLE).

5.

Faktor infeksi: TORCH, bakteri kronis endometrium.

6.

Faktor lingkungan & paternal: usia ibu >35 tahun, obesitas, merokok, sperma dengan DNA damage.

Penatalaksanaan

7.

Evaluasi diagnostik komprehensif:

Pemeriksaan kromosom pasangan (kariotipe).

USG uterus (3D/sonohisterografi/histeroskopi).

Pemeriksaan hormonal (TSH, gula darah, progesteron).

Skrining autoimun (anticardiolipin, lupus anticoagulant).

8.

Terapi kausal sesuai penyebab:

Genetik: konseling genetik, preimplantation genetic testing (PGT) pada IVF.

Anatomi: histeroskopi untuk septum, sinekia, atau mioma submukosa.

Endokrin: kontrol DM/hipotiroid, suplementasi progesteron pada fase luteal defek.

Imunologi/APS: terapi kombinasi aspirin dosis rendah + heparin fraksinasi rendah.

Infeksi: eradikasi infeksi kronik sesuai hasil kultur.

9.

Pendekatan suportif:

Dukungan psikologis dan konseling, karena abortus habitualis memberi dampak emosional signifikan.

Edukasi pasien mengenai prognosis: sekitar 60–70% wanita dengan abortus berulang tetap dapat melahirkan bayi sehat dengan penatalaksanaan tepat.


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini