
Manuver Leopold
Definisi
Leopold's Maneuvers adalah teknik palpasi abdomen sistematis yang dilakukan pada usia kehamilan ≥24–26 minggu untuk menilai letak, presentasi, attitude, dan engagement janin dalam rahim.
Ditemukan oleh Christian Gerhard Leopold, seorang ginekolog Jerman abad ke-19.¹,²
Empat Langkah Manuver Leopold
Langkah Pertama (Fundal Grip)
Teknik: Pemeriksa berdiri di sisi kanan ibu, meletakkan kedua tangan di bagian atas uterus, lalu mempalpasi dengan lembut untuk membedakan apakah bagian tersebut adalah kepala atau bokong.
Interpretasi: Kepala terasa bulat, keras, dan dapat digerakkan, sedangkan bokong lebih lunak dan tidak berbentuk bulat sempurna. Informasi ini membantu memperkirakan presentasi janin.
Langkah Kedua (Lateral Grip)
Teknik: Kedua tangan diletakkan di sisi kanan dan kiri abdomen ibu. Satu tangan menahan sementara tangan lain meraba sisi yang berlawanan.
Interpretasi: Punggung janin terasa sebagai permukaan rata dan keras, sedangkan sisi dengan ekstremitas teraba sebagai tonjolan kecil yang bergerak. Mengetahui posisi punggung membantu memilih lokasi terbaik untuk auskultasi denyut jantung janin (DJJ).
Langkah Ketiga (Pawlik’s Grip)
Teknik: Pemeriksa menggunakan satu tangan dengan jari-jari menjepit bagian bawah abdomen ibu, kemudian menilai bentuk dan konsistensinya.
Interpretasi: Kepala terasa keras dan bulat, sedangkan bokong lebih lunak. Palpasi ini juga menunjukkan apakah bagian terendah janin sudah masuk panggul atau belum.
Langkah Keempat (Pelvic Grip)
Teknik: Pemeriksa menghadap ke arah kaki ibu, lalu meletakkan kedua tangan pada kedua sisi bagian bawah uterus. Jari-jari ditekan ke arah dalam panggul untuk merasakan hubungan antara kepala janin dan pintu atas panggul.
Interpretasi: Kepala yang sudah masuk panggul biasanya sulit digerakkan, sedangkan yang belum masuk akan mudah digerakkan. Langkah ini penting untuk menilai kemajuan penurunan janin menjelang atau selama persalinan.
Tujuan Klinis
Menentukan presentasi janin (vertex, sungsang, bahu/transversal).
Menilai posisi dan attitude janin terhadap tulang belakang ibu.
Memperkirakan berat lahir janin secara kasar.
Membantu menentukan perencanaan persalinan dan lokasi optimal untuk auskultasi denyut jantung janin.¹,²
Faktor yang Mempengaruhi Akurasi
Akurasi pemeriksaan menurun pada ibu dengan obesitas, polihidramnion, atau mioma uteri.
Pemeriksaan lebih nyaman dan akurat dilakukan ketika kandung kemih kosong dan ibu dalam posisi rileks.¹,³
Waktu Penggunaan
Dapat dilakukan setelah usia kehamilan 24–26 minggu, dengan hasil optimal pada trimester ketiga.
Umumnya digunakan sebagai pemeriksaan awal sebelum konfirmasi dengan ultrasonografi.¹,²,³
Keterbatasan
Hasil manuver bersifat screening; konfirmasi posisi janin sebaiknya dilakukan dengan ultrasonografi, terutama bila dicurigai adanya malpresentasi.
Akurasi bergantung pada keterampilan pemeriksa dan posisi janin. Hasil pemeriksaan menjadi kurang optimal pada janin dengan posisi non-longitudinal.¹,²,³