Thalassemia [3A]

Thalassemia [3A]


Definisi

Thalassemia adalah kelompok kelainan darah herediter yang ditandai dengan penurunan atau tidak adanya sintesis rantai globin α atau β dari hemoglobin, menyebabkan anemia mikrositik hipokromik yang bervariasi dari bentuk asimptomatik hingga berat dan transfusi-dependen.¹²,¹³,¹⁶

Etiologi

Mutasi Genetik: Thalassemia disebabkan oleh mutasi pada gen pengkode rantai globin—gen HBA1/HBA2 (alfa-globin) pada α-thalassemia dan gen HBB (beta-globin) pada β-thalassemia.

Pewarisan Autosomal Resesif: Kondisi ini diturunkan secara autosom resesif. Individu yang mewarisi satu alel defektif menjadi pembawa (carrier), sedangkan yang mewarisi dua alel defektif mengalami bentuk penyakit yang lebih berat.

Distribusi Geografis: Thalassemia lebih sering ditemukan di daerah dengan riwayat malaria endemik—seperti Mediterania, Asia Tenggara, dan Timur Tengah—karena pembawa sifat memiliki keuntungan selektif terhadap infeksi malaria.

Deleksi dan Mutasi Titik: Alfa-thalassemia biasanya disebabkan oleh deleksi gen, sedangkan β-thalassemia lebih sering disebabkan oleh mutasi titik atau mutasi kecil lainnya pada gen β-globin.¹²,¹³,¹⁶

Klasifikasi

1.

Berdasarkan jenis rantai globin yang terganggu dan tingkat defek genetik:

2.

Berdasarkan fenotipe klinis dan jumlah gen globin yang terganggu:

Patofisiologi

Anamnesis

Keluhan utama: pucat menetap, kelelahan kronik, sesak napas saat beraktivitas, dan penurunan nafsu makan—mencerminkan anemia kronik progresif.

Riwayat transfusi darah berulang sejak bayi atau anak-anak merupakan petunjuk kuat thalassemia mayor.

Gangguan pertumbuhan dan pubertas sering terjadi pada anak dengan thalassemia berat akibat anemia kronik dan hemosiderosis yang memengaruhi sistem endokrin.

Distensi abdomen atau perut membesar dapat menjadi tanda hepatosplenomegali akibat eritropoiesis ekstramedular.

Riwayat keluarga dengan anemia berat atau thalassemia menjadi petunjuk penting mengingat sifat herediter penyakit ini.

Riwayat pengobatan sebelumnya, seperti terapi zat besi yang tidak memberikan perbaikan, membantu membedakannya dari anemia defisiensi besi.¹,²,³

Pemeriksaan Fisik

Pucat adalah temuan utama akibat anemia kronik, terutama terlihat pada konjungtiva palpebra dan telapak tangan.

Ikterus ringan dapat muncul akibat hemolisis kronik yang meningkatkan bilirubin indirek.

Hepatosplenomegali sering ditemukan, mencerminkan eritropoiesis ekstramedular dan penumpukan sel darah yang hancur di organ retikuloendotelial.

Pertumbuhan terhambat dan keterlambatan pubertas dapat terlihat, terutama pada pasien yang tidak mendapat terapi adekuat atau mengalami kelebihan besi.¹,²,³,⁴

Pemeriksaan Tambahan

Hitung darah lengkap (CBC) menunjukkan anemia mikrositik hipokrom dengan hemoglobin rendah (umumnya <10 g/dL) dan MCV <80 fL—indikasi awal thalassemia.

Hitung retikulosit biasanya meningkat sebagai respons terhadap anemia, namun tetap tidak adekuat karena eritropoiesis inefektif.

Pemeriksaan ferritin serum penting untuk membedakan dengan defisiensi besi; hasilnya normal atau meningkat pada thalassemia, bukan rendah.

Elektroforesis hemoglobin adalah pemeriksaan kunci untuk diagnosis—menunjukkan peningkatan HbA2 dan/atau HbF pada beta-thalassemia minor dan mayor.

Analisis genetik (PCR) dilakukan untuk konfirmasi mutasi genetik, terutama pada alpha-thalassemia atau skrining keluarga, meskipun ketersediaannya terbatas di beberapa fasilitas.

Foto rontgen tengkorak dapat menunjukkan penebalan tulang dan tampilan "hair-on-end" pada kasus kronik akibat hiperaktivitas sumsum tulang.

MRI Ferri (T2*) direkomendasikan setiap 1–2 tahun untuk menilai kadar besi di jantung dan hati, terutama pada pasien dengan transfusi kronik.

Evaluasi hormon (TSH, FT4, IGF-1, LH, FSH, hormon pertumbuhan) pada remaja untuk memantau gangguan endokrin sekunder.¹,²,³,⁴,⁵,¹⁴

Diagnosis Banding²,³,⁶,⁹,¹⁰

Diagnosis BandingPerbedaan dengan Thalassemia
Anemia defisiensi besiFerritin rendah, HbA2 normal, dan respon baik terhadap suplementasi zat besi.
Anemia penyakit kronikBiasanya normositik atau mikrositik ringan dengan tanda inflamasi sistemik seperti peningkatan CRP/ESR.
Anemia sideroblastikDitemukan sideroblas cincin pada sumsum tulang; MCV bisa normal atau tinggi.
Intoksikasi timbalRiwayat paparan timbal, basophilic stippling pada darah tepi, dan kemungkinan gejala neurologis.
Anemia aplastikRetikulosit rendah, tanpa hemolisis, disertai pansitopenia (penurunan seluruh lini sel darah).

Penatalaksanaan

Non-Farmakologis

Edukasi pasien dan keluarga tentang thalassemia, penatalaksanaan jangka panjang, dan pentingnya kepatuhan terhadap terapi transfusi serta kelasi besi.

Konseling genetik bagi pasangan dengan riwayat thalassemia atau pembawa sifat, terutama sebelum menikah atau merencanakan kehamilan.

Transfusi darah rutin untuk mengendalikan gejala, khususnya pada thalassemia mayor.

Optimalisasi nutrisi dan imunisasi, termasuk vaksin hepatitis B dan pneumokokus, untuk mencegah infeksi berulang.

Koordinasi dengan fasilitas rujukan untuk pengelolaan jangka panjang, terutama pada kasus dengan komplikasi berat, transfusi bulanan, atau perencanaan terapi kuratif seperti transplantasi sumsum tulang.¹²,¹³

Farmakologis¹³

ObatDosis & FrekuensiFarmakokinetik
PRC (Packed Red Cell)Hb <9–10 g/dL, sesuai kebutuhanMenambah sel darah merah untuk mengoreksi anemia
Asam folat1–5 mg/hari oralSuplementasi eritropoiesis; mendukung produksi sel darah merah

Komplikasi

Prognosis

Ad vitam: Umumnya bonam bila pasien mendapat transfusi rutin dan kelasi besi yang adekuat; angka harapan hidup dapat mencapai dekade ke-4 atau lebih.

Ad functionam: dubia bila komplikasi seperti gangguan endokrin atau gagal jantung tidak ditangani dengan tepat, namun tetap dapat menjalani kehidupan fungsional dengan pengawasan yang baik.

Ad sanationam: dubia , kecuali bila pasien mendapatkan transplantasi sumsum tulang, yang merupakan satu-satunya terapi kuratif saat ini.⁸

Edukasi

Pendidikan tentang penyakit: Pasien dan keluarga perlu memahami bahwa thalassemia adalah kelainan genetik kronik yang tidak dapat disembuhkan tanpa transplantasi, tetapi dapat dikendalikan dengan manajemen yang tepat.

Kepatuhan pengobatan: Tekankan pentingnya transfusi darah rutin dan kelasi besi untuk mencegah komplikasi jangka panjang seperti hemokromatosis dan gagal jantung.

Konseling genetik: Diberikan terutama pada remaja dan pasangan usia subur untuk mencegah pernikahan sesama pembawa sifat thalassemia dan menurunkan risiko kelahiran anak dengan thalassemia mayor.

Skrining keluarga: Jelaskan pentingnya pemeriksaan anggota keluarga untuk deteksi dini pembawa sifat thalassemia sebagai langkah pencegahan di tingkat populasi.

Peran FKTP: Fasilitas kesehatan tingkat pertama berperan dalam edukasi dasar, pemantauan rutin, dan pengelolaan awal sebelum merujuk ke fasilitas spesialis bila diperlukan.

Skrining pembawa sifat (carrier): Melalui elektroforesis Hb dan/atau pemeriksaan genetik, sangat penting dalam program nasional pencegahan thalassemia untuk menghindari pernikahan antarpembawa sifat.

Konseling pranikah dan prakonsepsi: Menjadi kunci menurunkan angka kejadian thalassemia mayor, terutama pada populasi berisiko tinggi.⁸,¹²,¹⁴

Kriteria Rujukan

Anemia berat berulang: Pasien dengan Hb <7 g/dL atau memerlukan transfusi lebih dari satu kali per bulan harus dirujuk ke fasilitas rujukan untuk evaluasi dan manajemen lanjutan.

Komplikasi hemosiderosis: Bila terdapat tanda-tanda penumpukan besi seperti gangguan jantung, endokrin, atau hati, pasien memerlukan penanganan spesialis untuk kelasi lanjutan.

Kehamilan pada penderita thalassemia: Harus dirujuk ke pusat rujukan yang memiliki fasilitas obstetri dan hematologi terintegrasi untuk pemantauan intensif selama kehamilan dan persalinan.

Kebutuhan transplantasi sumsum tulang: Bila tersedia donor HLA-identik dan kondisi klinis memungkinkan, rujuk ke pusat transplantasi untuk terapi kuratif.

Komplikasi pertumbuhan atau perkembangan pada anak: Bila ada keterlambatan tumbuh kembang atau gangguan pubertas, evaluasi dan intervensi endokrin diperlukan di tingkat lanjutan.⁸,¹²


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini