Fisiologi Kelenjar Tiroid

Fisiologi Kelenjar Tiroid

Anatomi Kelenjar Tiroid

Anatomi Makroskopik

Struktur: terdiri atas dua lobus (kanan dan kiri) yang dihubungkan oleh isthmus, dan kadang memiliki lobus tambahan yaitu lobus pyramidal.

Lokasi: terletak di depan trakea, di bawah kartilago tiroid, pada tingkat C5 sampai T1.

Ukuran: berat normal sekitar 15–25 gram pada orang dewasa. Tiroid membesar (goiter) dapat menyebabkan deviasi trakea atau disfagia.⁴


Anatomi Mikroskopik

Unit struktural fungsional: folikel tiroid.

Folikel tersusun dari sel folikular yang menghasilkan T3 dan T4, serta diselimuti oleh koloid yang kaya tiroglobulin.

Sel parafolikular (sel C) berada di antara folikel, menghasilkan kalsitonin yang berfungsi menurunkan kadar kalsium darah.³


Vaskularisasi

JenisKomponenAsal / Tujuan
ArteriA. tiroidea superiorcabang dari a. karotis eksterna
A. tiroidea inferiorcabang dari trunkus tirocervikalis
VenaV. tiroidea superior dan mediabermuara ke v. jugularis interna
V. tiroidea inferiorbermuara ke v. brakiosefalika

Anastomosis arteri yang ekstensif membuat tiroid menjadi organ dengan vaskularisasi sangat tinggi, hal ini penting diperhatikan karena risiko perdarahan pasca operasi.²


Drainase Limfatik

Drainase kelenjar tiroid menuju nodus limfa:

Pra-laringeal

Pra-trakeal

Para-trakeal

Servikal dalam superior dan inferior

Jalur drainase ini memiliki peran penting dalam penyebaran metastasis kanker tiroid.⁵


Persarafan

Simpatik: berasal dari ganglion servikalis superior, tengah, dan inferior.

Parasimpatik: dari nervus vagus.

Persarafan ini terutama berperan dalam regulasi aliran darah, bukan pada sekresi hormon.⁶


Hubungan Anatomi Klinis

N. laringeus recurrens: berjalan dekat dengan lobus posterior tiroid dan sangat rentan cedera saat tiroidektomi; kerusakannya dapat menyebabkan suara serak atau afonia.

Trakea dan esofagus: terletak di posterior tiroid; pembesaran tiroid dapat menyebabkan dispnea atau disfagia.

Paratiroid: umumnya berjumlah 4, menempel pada permukaan posterior lobus tiroid; penting dipertahankan saat pembedahan.⁷


Fisiologi Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid memainkan peran krusial dalam mengatur metabolisme tubuh dengan mensekresi hormon tiroid: triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4). Proses fisiologis tiroid terdiri dari beberapa tahapan penting:

1.

Sintesis Hormon Tiroid:

Iodinasi: Yodium dari makanan ditangkap oleh sel folikular tiroid melalui natrium-iodida symporter.

Organifikasi: Yodium diikat ke residu tirosin pada tiroglobulin oleh enzim tiroid peroksidase (TPO), membentuk monoiodotirozin (MIT) dan diiodotirozin (DIT).

Kopling: Dua molekul DIT bergabung membentuk T4, sedangkan kombinasi satu MIT dan satu DIT membentuk T3.

2.

Penyimpanan dan Sekresi:Hormon disimpan sebagai tiroglobulin dalam koloid. Ketika dirangsang oleh TSH, hormon dilepaskan ke sirkulasi dalam bentuk T4 (80–90%) dan T3 (10–20%).

3.

Transportasi dalam Darah:Mayoritas T3 dan T4 terikat pada thyroxine-binding globulin (TBG), dengan hanya sebagian kecil yang bebas dan bersifat aktif secara fisiologis.

4.

Konversi Perifer:T4, hormon utama yang dihasilkan tiroid, dikonversi menjadi T3 oleh enzim deiodinase di jaringan perifer (terutama hati dan ginjal). T3 adalah bentuk aktif yang berikatan dengan reseptor di inti sel.

5.

Regulasi Umpan Balik:Kadar T3 dan T4 memberikan umpan balik negatif ke hipotalamus dan hipofisis anterior untuk mengatur sekresi TRH (thyrotropin-releasing hormone) dan TSH (thyroid-stimulating hormone).¹²


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini