
Derajat Dehidrasi dan Skor Daldiyono
Derajat Dehidrasi (WHO)
Penilaian derajat dehidrasi berfungsi untuk menentukan tingkat keparahan kehilangan cairan tubuh, yang memengaruhi keputusan penatalaksanaan cairan secara klinis. WHO mengklasifikasikan dehidrasi berdasarkan tanda klinis dan perkiraan penurunan berat badan akibat kehilangan cairan.¹
| Derajat | Tanda Klinis | Perkiraan Kehilangan Cairan |
|---|---|---|
| Ringan | Haus, turgor kulit normal | <5% BB |
| Sedang | Haus berat, turgor menurun, nadi cepat | 5–10% BB |
| Berat | Letargi, turgor sangat buruk, nadi lemah | >10% BB |
Skor Daldiyono (untuk dehidrasi pada diare akut dewasa)
Skor Daldiyono adalah alat penilaian klinis yang dikembangkan untuk memudahkan klasifikasi derajat dehidrasi dengan cepat pada pasien dewasa dengan diare akut, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan primer.²
| Parameter | Skor |
|---|---|
| Keadaan umum (baik—lemas—apatis) | 0—1—2 |
| Haus (tidak haus—haus—sangat haus) | 0—1—2 |
| Mata cekung (tidak—ya) | 0—1 |
| Turgor kulit (baik—buruk) | 0—1 |
| Nadi (normal—cepat—tidak teraba) | 0—1—2 |
| Total Skor | 0—8 |
0—2: Dehidrasi ringan
3—5: Dehidrasi sedang
6—8: Dehidrasi berat
Skor ini memungkinkan evaluasi yang cepat tanpa memerlukan alat bantu tambahan dan telah dioptimalkan untuk kondisi klinis di Indonesia.³