Fraktur Radius Ulna [TR]
Definisi
Fraktur radius-ulna adalah terputusnya kontinuitas tulang radius dan ulna akibat trauma atau proses patologis.^¹˒²

Epidemiologi
Sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda; pada dewasa umumnya berupa both bone forearm fracture akibat trauma energi tinggi.²˒⁵˒¹⁰
Insidensi bimodal, yaitu pada usia muda akibat trauma energi tinggi dan lansia akibat jatuh terkait osteoporosis.²˒⁵
Di Indonesia, penyebab tersering adalah kecelakaan lalu lintas, diikuti jatuh dan kecelakaan kerja.⁴˒⁵
Etiologi dan Mode on Injury (MOI)
FOOSH disertai gaya puntir menyebabkan fraktur spiral radius-ulna pada level berbeda.²˒⁵
Gaya angulasi menyebabkan fraktur transversal kedua tulang pada level yang sama.²˒⁵
Trauma langsung umumnya menyebabkan fraktur transversal ulna (nightstick fracture).²˒⁵
Trauma energi tinggi sering menimbulkan both bone forearm fracture, fraktur kominutif/terbuka, dan cedera jaringan lunak.²˒⁵
Fraktur patologis terjadi akibat tumor, metastasis, osteoporosis, atau penyakit metabolik tulang.²˒⁵
Faktor Resiko/ Pencetus
Usia muda dengan aktivitas tinggi, olahraga kontak, atau pekerjaan berisiko.²˒⁵
Usia lanjut dengan osteoporosis sehingga mudah mengalami fraktur akibat trauma ringan.²˒⁵˒¹⁰
Kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, dan trauma kerja.²˒⁵
Tumor tulang, metastasis, dan penyakit metabolik tulang sebagai penyebab fraktur patologis.²˒⁵
Klasifikasi
Berdasarkan lokasi: sepertiga proksimal, sepertiga tengah, dan sepertiga distal, yang memengaruhi deformitas serta pilihan fiksasi.²˒³
Berdasarkan pola fraktur: transversal, oblik, spiral, kominutif, dan segmental, sesuai mekanisme trauma dan derajat kerusakan tulang.²˒⁵
Berdasarkan tulang yang terlibat: fraktur radius, fraktur ulna, atau both bone forearm fracture, dengan tipe terakhir paling sering dijumpai pada dewasa.²˒⁵
Berdasarkan hubungan dengan kulit: fraktur tertutup dan fraktur terbuka, dengan fraktur terbuka diklasifikasikan menurut Gustilo–Anderson.²˒⁵
Berdasarkan klasifikasi AO/OTA: 22-A (simple), 22-B (wedge), dan 22-C (complex) berdasarkan kompleksitas fraktur diafisis radius-ulna.⁸

Klasifikasi khusus pada anak: greenstick fracture, buckle (torus) fracture, dan plastic deformation, yang terjadi akibat elastisitas tulang anak sehingga sering berupa fraktur inkomplet atau deformitas tanpa diskontinuitas korteks penuh.²˒⁵
Anamnesis
Nyeri hebat pada lengan bawah setelah trauma, bertambah saat digerakkan atau dipalpasi.²˒⁵
Riwayat mekanisme cedera, seperti FOOSH, trauma puntir, benturan langsung, atau kecelakaan lalu lintas.²˒⁵
Bengkak, deformitas, atau bunyi krek saat cedera.²˒⁵
Baal, kesemutan, kelemahan jari, atau tangan terasa dingin mengarah pada cedera neurovaskular atau sindrom kompartemen.²˒⁵
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi: tampak deformitas, edema, ekimosis, atau luka fraktur terbuka akibat pergeseran fragmen dan cedera jaringan lunak.²˒⁵
Palpasi: didapatkan nyeri tekan, krepitasi, dan instabilitas pada lokasi fraktur; hindari manipulasi berlebihan.²˒⁵
Rentang gerak: gerakan siku, pergelangan tangan, serta pronasi-supinasi terbatas akibat nyeri dan instabilitas fraktur.²˒³
Pemeriksaan neurovaskular: nilai fungsi nervus radialis, medianus, ulnaris, serta nadi radialis/ulnaris, CRT, dan perfusi distal untuk mendeteksi cedera neurovaskular atau sindrom kompartemen.²˒³˒⁵
Pemeriksaan Penunjang
CT scan dilakukan bila dicurigai fraktur kompleks atau untuk keperluan perencanaan operasi.²˒⁵
MRI dipertimbangkan bila dicurigai adanya cedera jaringan lunak.²˒⁵
Pemeriksaan laboratorium dilakukan sesuai indikasi, terutama pada fraktur terbuka atau pada pasien yang akan menjalani operasi.⁵
Diagnosis Banding
| Diagnosis Banding | Perbedaan dengan Fraktur Radius-Ulna |
|---|---|
| Dislokasi siku | Deformitas berpusat di siku tanpa diskontinuitas tulang radius-ulna pada radiografi.²˒⁵ |
| Fraktur Galeazzi | Terdapat fraktur radius disertai dislokasi sendi radioulnar distal (DRUJ).²˒⁵ |
| Fraktur Monteggia | Terdapat fraktur ulna disertai dislokasi kepala radius pada siku.²˒⁵ |
| Cedera jaringan lunak lengan bawah (sprain/strain) | Nyeri tanpa deformitas atau garis fraktur pada radiografi.²˒⁵ |
| Kontusio lengan bawah | Nyeri dan memar akibat trauma tumpul tanpa instabilitas maupun diskontinuitas tulang pada radiografi.²˒⁵ |
Penatalaksanaan
Prinsip penatalaksanaan
Mengembalikan panjang, alignment, dan rotasi radius-ulna secara anatomis untuk mempertahankan fungsi pronasi-supinasi.²˒⁵
Menjaga stabilitas fraktur hingga terjadi penyatuan tulang serta mencegah terjadinya komplikasi.²˒⁵
Melakukan rehabilitasi dini setelah kondisi stabil untuk mengembalikan fungsi ekstremitas.²˒⁵
Komplikasi
Prognosis
Ad vitam (terhadap kehidupan): Bonam. Umumnya tidak mengancam jiwa dengan penatalaksanaan yang adekuat.²˒⁵
Ad functionam (terhadap fungsi): Dubia ad bonam. Bergantung pada reduksi anatomis, stabilitas fiksasi, rehabilitasi, serta tidak adanya malunion atau radioulnar synostosis.²˒³˒⁵
Ad sanationam (terhadap kesembuhan): Bonam. Umumnya, baik bila terapi dan rehabilitasi dilakukan secara optimal.²˒⁵
Edukasi
Patuhi imobilisasi/fiksasi dan kontrol berkala hingga fraktur menyatu.²˒⁵
Lakukan elevasi ekstremitas, gerakkan jari secara aktif, dan hindari aktivitas berat selama masa penyembuhan.²˒⁵
Segera berobat bila muncul nyeri bertambah, baal, jari pucat atau dingin, bengkak progresif, demam, atau keluar cairan dari luka/gips.²˒⁵
Jalani rehabilitasi untuk mengembalikan kekuatan, rentang gerak, dan fungsi pronasi-supinasi.²˒³˒⁵
Pada lansia atau trauma energi rendah, lakukan evaluasi dan tata laksana osteoporosis untuk mencegah fraktur berulang.²˒⁵
Kriteria Rujukan
Both bone forearm fracture pada dewasa karena umumnya memerlukan ORIF.²˒⁵
Fraktur terbuka, bergeser, kominutif, segmental, atau tidak stabil.²˒⁵
Cedera neurovaskular, sindrom kompartemen, atau iskemia ekstremitas.²˒⁵
Fraktur disertai Monteggia, Galeazzi, cedera sendi, atau trauma multipel.²˒⁵
Gagal reduksi tertutup, kehilangan reduksi, atau terjadi komplikasi (infeksi, delayed union, nonunion).²˒⁵
Daftar Pustaka
World Health Organization. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems. 10th Revision (ICD-10). Geneva: World Health Organization; 2019.
World Organization of Family Doctors. International Classification of Primary Care (ICPC-2). 2nd ed. Oxford: Oxford University Press; 1998.
Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Edisi II. Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia; 2022.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Standar Nasional Pendidikan Profesi Dokter Indonesia (SNPDI). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; 2024.
Blom AW, Warwick D, Whitehouse MR, editors. Apley and Solomon's System of Orthopaedics and Trauma. 10th ed. Boca Raton: CRC Press; 2018.
Salter RB. Textbook of Disorders and Injuries of the Musculoskeletal System. 3rd ed. Baltimore: Williams & Wilkins; 1999.
Thompson JC. Netter's Concise Orthopaedic Anatomy. 2nd ed. Philadelphia: Saunders Elsevier; 2010.
Meinberg EG, Agel J, Roberts CS, Karam MD, Kellam JF. Fracture and Dislocation Classification Compendium—2018. J Orthop Trauma. 2018;32(Suppl 1):S1–S170.
Garden OJ, Parks RW, editors. Principles and Practice of Surgery. 7th ed. Edinburgh: Elsevier; 2018.
Sjamsuhidajat R, Prasetyono TOH, Rudiman R, Riwanto I, Tahalele P, editors. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-4. Jakarta: EGC; 2017.
Soal MCQ Standar UKMPPD
Topik: Fraktur Diafisis Radius dan Ulna (Both Bone Forearm Fracture)
Soal 1
Seorang laki-laki 25 tahun datang ke IGD setelah mengalami kecelakaan sepeda motor. Pasien mengeluh nyeri hebat pada lengan bawah kanan disertai deformitas. Pemeriksaan menunjukkan edema, deformitas, dan nyeri tekan pada sepertiga tengah lengan bawah. Status neurovaskular distal masih baik. Foto radiografi AP dan lateral menunjukkan fraktur lengkap diafisis radius dan ulna sepertiga tengah dengan dislokasi fragmen.
Penatalaksanaan definitif yang paling tepat adalah...
A. Pemasangan arm sling selama 6 minggu
B. Closed reduction dan long arm cast
C. Open reduction internal fixation (ORIF) menggunakan plate dan screw
D. Intramedullary pinning
E. External fixation sebagai terapi definitif
Jawaban: C
Pembahasan:
Pada pasien dewasa dengan fraktur diafisis radius dan ulna yang bergeser, terapi standar adalah ORIF dengan plate dan screw karena memberikan reduksi anatomis serta mengembalikan panjang tulang dan hubungan rotasi radius-ulna.
Soal 2
Seorang pria 30 tahun mengalami fraktur terbuka diafisis radius-ulna akibat kecelakaan lalu lintas. Luka robek sepanjang 8 cm dengan kontaminasi sedang dan masih terdapat jaringan lunak yang dapat menutupi tulang.
Klasifikasi Gustilo-Anderson yang paling sesuai adalah...
A. Grade I
B. Grade II
C. Grade IIIA
D. Grade IIIB
E. Grade IIIC
Jawaban: C
Pembahasan:
Grade IIIA ditandai luka >10 cm atau trauma energi tinggi dengan jaringan lunak masih cukup menutupi tulang setelah debridement.
Soal 3
Pada fraktur diafisis radius-ulna dewasa, tujuan utama tindakan operatif adalah...
A. Mempercepat pembentukan kalus
B. Mengurangi nyeri
C. Mengembalikan panjang tulang, alignment, dan rotasi anatomis
D. Mempercepat pasien pulang
E. Menghindari pemasangan gips
Jawaban: C
Pembahasan:
Lengan bawah berfungsi sebagai satu unit biomekanik. Kesalahan rotasi beberapa derajat saja dapat menyebabkan keterbatasan pronasi-supinasi secara bermakna.
Soal 4
Komplikasi jangka panjang yang paling sering terjadi bila reduksi fraktur diafisis radius-ulna tidak anatomis adalah...
A. Cubitus varus
B. Gangguan pronasi-supinasi lengan bawah
C. Frozen shoulder
D. Hallux valgus
E. Genu recurvatum
Jawaban: B
Pembahasan:
Malunion akan mengubah hubungan radius-ulna sehingga mengganggu gerakan pronasi dan supinasi.
Soal 5
Pemeriksaan radiologi awal yang wajib dilakukan pada pasien dengan dugaan fraktur diafisis radius dan ulna adalah...
A. MRI lengan bawah
B. CT Scan 3D
C. Foto AP dan lateral lengan bawah yang mencakup siku dan pergelangan tangan
D. USG muskuloskeletal
E. Bone scan
Jawaban: C
Pembahasan:
Foto AP dan lateral yang mencakup sendi di atas dan di bawah fraktur merupakan pemeriksaan standar untuk menilai pola fraktur dan kemungkinan cedera sendi terkait.
Flashcard
Flashcard 1
Q: Apa terapi definitif pilihan pada fraktur diafisis radius-ulna dewasa yang bergeser?
A: ORIF menggunakan plate dan screw.
Flashcard 2
Q: Mengapa reduksi anatomis sangat penting pada fraktur diafisis radius-ulna?
A: Untuk mengembalikan panjang tulang, alignment, dan rotasi sehingga fungsi pronasi-supinasi tetap optimal.
Flashcard 3
Q: Pemeriksaan radiologi standar pada dugaan fraktur diafisis radius-ulna?
A: Foto AP dan lateral lengan bawah yang mencakup sendi siku dan pergelangan tangan.
Flashcard 4
Q: Komplikasi fungsional tersering akibat malunion fraktur radius-ulna?
A: Keterbatasan gerak pronasi dan supinasi lengan bawah.
Flashcard 5
Q: Apa klasifikasi AO/OTA untuk fraktur diafisis radius-ulna?
A: 22-A (simple), 22-B (wedge), dan 22-C (complex).
