Soal-soal Hipospadia
Seorang bayi laki-laki berusia 2 bulan dibawa karena orang tua melihat lubang kencing tidak berada di ujung penis. Pemeriksaan menunjukkan meatus uretra di subkoronal, preputium berlebih di dorsal, dan penis melengkung ke ventral. Kombinasi temuan yang merupakan trias hipospadia adalah:
A. Meatus dorsal, chordee, dan fimosis
B. Meatus ventral, dorsal hood, dan chordee
C. Meatus ventral, hidrokel, dan kriptorkismus
D. Dorsal hood, epispadia, dan chordee
E. Meatus ventral, fimosis, dan mikropenis
Bayi laki-laki berusia 4 bulan didiagnosis hipospadia distal. Orang tua meminta anak segera disirkumsisi karena alasan budaya. Tindakan yang paling tepat adalah:
A. Sirkumsisi segera
B. Sirkumsisi setelah pemberian antibiotik
C. Tidak melakukan sirkumsisi dan merujuk ke spesialis
D. Dilatasi meatus kemudian sirkumsisi
E. Observasi hingga pubertas
Seorang anak laki-laki berusia 8 bulan memiliki hipospadia penoskrotal disertai kriptorkismus bilateral. Evaluasi tambahan yang paling penting adalah:
A. Evaluasi DSD
B. Pemeriksaan PSA
C. Uroflowmetri
D. Biopsi prostat
E. Sistometri
Seorang bayi laki-laki dengan hipospadia direncanakan menjalani koreksi operatif. Orang tua menanyakan waktu yang dianjurkan untuk tindakan. Waktu yang paling sesuai adalah:
A. <1 bulan
B. 6–18 bulan
C. 3–5 tahun
D. Setelah pubertas
E. Setelah menikah
Seorang anak telah menjalani uretroplasti untuk hipospadia. Beberapa bulan kemudian, orang tua mengeluhkan saat berkemih urine keluar dari lubang kecil di sisi ventral penis selain dari meatus. Komplikasi yang paling mungkin adalah:
A. Stenosis meatus
B. Divertikulum uretra
C. Fistula uretrokutan
D. Residual chordee
E. Epididimitis