Soal-soal Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Soal-soal Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

1.

Seorang pria berusia 68 tahun datang dengan keluhan pancaran urine melemah, sulit memulai berkemih, nokturia 4 kali setiap malam, dan rasa tidak lampias sejak 2 tahun terakhir. Pada Digital Rectal Examination (DRE) didapatkan prostat membesar, kenyal, simetris, tanpa nodul. Skor IPSS 24. Tatalaksana yang paling tepat adalah...

A. Watchful waiting

B. Edukasi saja

C. Terapi α₁-blocker

D. Evaluasi untuk terapi operatif

E. Antibiotik


2.

Seorang pria berusia 72 tahun mengalami tidak dapat berkemih sejak 8 jam yang lalu. Pemeriksaan menunjukkan kandung kemih penuh dan nyeri suprapubik. Riwayat sebelumnya terdapat LUTS selama beberapa tahun. Komplikasi yang paling mungkin terjadi bila kondisi ini tidak segera ditangani adalah...

A. Kista ginjal

B. Hidronefrosis

C. Varikokel

D. Epididimitis

E. Hidrokel


3.

Mekanisme kerja finasteride pada terapi BPH adalah...

A. Menghambat reseptor α₁-adrenergik

B. Menghambat enzim 5α-reduktase

C. Menghambat fosfodiesterase tipe 5

D. Menghambat reseptor muskarinik

E. Merangsang kontraksi detrusor


4.

Pada pemeriksaan uroflowmetri, nilai Qmax yang paling mengarah pada Bladder Outlet Obstruction (BOO) adalah...

A. 20 mL/detik

B. 17 mL/detik

C. 14 mL/detik

D. 11 mL/detik

E. 8 mL/detik


5.

Pada Digital Rectal Examination (DRE), manakah temuan yang paling sesuai dengan Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)?

A. Prostat keras, noduler, asimetris

B. Prostat nyeri tekan dengan konsistensi lunak

C. Prostat membesar, kenyal-elastis, permukaan licin, simetris, tanpa nodul

D. Prostat mengecil dan keras

E. Prostat tidak teraba