Soal Hematothoraks / Hemotorax

Soal Hematothoraks / Hemotorax

1.

Seorang laki-laki 27 tahun dibawa ke IGD setelah kecelakaan sepeda motor. Pasien mengeluh sesak dan nyeri dada kanan. TD 90/60 mmHg, nadi 118 kali/menit, RR 28 kali/menit. Pemeriksaan dada kanan menunjukkan perkusi redup dan suara napas menurun. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Pneumotoraks

B. Hemotoraks

C. Kontusio paru

D. Atelektasis

E. Tamponade jantung


2.

Pasien dengan hemotoraks traumatik mengalami sesak progresif dan hipotensi. Mekanisme yang paling tepat menjelaskan kedua manifestasi tersebut adalah:

A. Bronkospasme dan vasodilatasi

B. Kompresi paru dan kehilangan volume intravaskular

C. Edema paru dan hipertensi sistemik

D. Obstruksi bronkus dan hipervolemia

E. Fibrosis pleura dan vasokonstriksi sistemik


3.

Seorang pasien trauma toraks didiagnosis hemotoraks yang memerlukan drainase. Apa manfaat utama pemasangan chest tube/WSD?

A. Mengurangi produksi cairan pleura

B. Menghentikan seluruh perdarahan intratorakal

C. Mengevakuasi darah dan memantau perdarahan berkelanjutan

D. Meningkatkan produksi surfaktan

E. Mencegah fraktur kosta bergeser


4.

Seorang laki-laki dengan trauma toraks dipasang chest tube. Segera setelah pemasangan keluar 1.600 mL darah dan pasien tetap menunjukkan instabilitas hemodinamik meskipun telah dilakukan resusitasi. Tatalaksana selanjutnya yang paling tepat adalah:

A. Observasi

B. Fisioterapi dada

C. Aspirasi pleura ulang

D. Torakotomi eksplorasi

E. Melepas chest tube


5.

Pasien hemotoraks telah dipasang chest tube, tetapi pada evaluasi berikutnya masih terdapat darah dan bekuan yang tertahan dalam rongga pleura. Komplikasi dan tindakan yang paling sesuai adalah:

A. Empiema — antibiotik saja

B. Retained hemothorax — VATS

C. Pneumotoraks — torakosentesis

D. Fibrotoraks — observasi saja

E. Kontusio paru — torakotomi