Soal Fraktur Kosta

Soal Fraktur Kosta

1.

Seorang laki-laki berusia 32 tahun datang setelah mengalami kecelakaan sepeda motor. Pasien mengeluhkan nyeri dada kanan yang bertambah saat menarik napas dalam dan batuk. Pemeriksaan menunjukkan nyeri tekan dan krepitasi pada kosta kanan tanpa distres respirasi. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Kontusio paru

B. Pneumotoraks

C. Fraktur kosta

D. Hemotoraks

E. Fraktur sternum


2.

Seorang laki-laki berusia 45 tahun mengalami trauma tumpul pada dada. Pemeriksaan menunjukkan beberapa kosta berurutan mengalami fraktur segmental. Saat pasien bernapas, suatu segmen dinding dada tampak masuk ke dalam saat inspirasi dan bergerak ke luar saat ekspirasi. Temuan tersebut disebut:

A. Mediastinal shift

B. Flail chest

C. Open pneumothorax

D. Kontusio paru

E. Emfisema subkutan


3.

Seorang pasien dengan fraktur kosta mengalami nyeri hebat sehingga bernapas dangkal dan enggan batuk. Dua hari kemudian pasien mengalami retensi sekret dan atelektasis. Tindakan yang paling penting untuk mencegah keadaan tersebut adalah:

A. Membebat dada dengan plester ketat

B. Membatasi seluruh aktivitas pernapasan

C. Memberikan analgesia adekuat dan latihan pernapasan

D. Memberikan antibiotik profilaksis pada seluruh pasien

E. Melakukan fiksasi internal pada seluruh fraktur kosta


4.

Seorang laki-laki mengalami kecelakaan lalu lintas berenergi tinggi. Foto toraks menunjukkan fraktur kosta I. Pasien saat ini masih dalam kondisi hemodinamik stabil. Makna klinis terpenting dari temuan tersebut adalah:

A. Menunjukkan trauma ringan karena kosta I mudah patah

B. Tidak memerlukan evaluasi cedera lain

C. Menunjukkan kemungkinan trauma berenergi tinggi dan cedera berat penyerta

D. Merupakan indikasi absolut fiksasi internal kosta

E. Menunjukkan osteoporosis sebagai penyebab utama


5.

Seorang pasien dengan fraktur multipel kosta mengalami instabilitas dinding toraks dan *flail chest*. Setelah stabilisasi awal, pasien dinilai memerlukan tindakan untuk mengembalikan stabilitas mekanik dinding dada. Tindakan operatif yang paling sesuai adalah:

A. Torakosentesis rutin

B. Pembebatan dada dengan plester

C. Surgical stabilization of rib fractures

D. Perikardiosentesis

E. Sternotomi median