Soal Subdural Hematoma

Soal Subdural Hematoma

1.

Laki-laki 65 tahun datang setelah terjatuh dan mengalami penurunan kesadaran. CT kepala menunjukkan lesi ekstraaksial hiperdens berbentuk bulan sabit. Pembuluh darah yang paling mungkin mengalami cedera adalah:

A. A. meningea media

B. Bridging veins

C. A. cerebri media

D. A. basilaris

E. A. communicans anterior


2.

Seorang laki-laki 72 tahun datang dengan nyeri kepala, perubahan perilaku, dan kelemahan tubuh kanan. Satu bulan sebelumnya pasien pernah terjatuh di kamar mandi. CT kepala menunjukkan koleksi subdural berbentuk bulan sabit yang hipodens. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. EDH akut

B. SDH akut

C. SDH subakut

D. SDH kronis

E. SAH traumatik


3.

Pasien dengan SDH akut memiliki ketebalan hematoma 12 mm dan midline shift 6 mm. Tatalaksana yang paling tepat adalah:

A. Observasi rawat jalan

B. Analgesik dan observasi

C. Evakuasi bedah

D. Pungsi lumbal

E. Antikoagulan


4.

Seorang pasien lanjut usia mengalami SDH setelah trauma kepala ringan. Kondisi anatomis yang meningkatkan risiko SDH pada usia lanjut adalah:

A. Penebalan duramater

B. Atrofi serebri dengan peregangan bridging veins

C. Hipertrofi korteks serebri

D. Penyempitan ruang subaraknoid

E. Penebalan kalvaria


5.

Pasien dengan SDH kronis mengalami nyeri kepala progresif dan hemiparesis. CT kepala menunjukkan hematoma subdural dengan efek massa. Tindakan operatif yang umum dilakukan adalah:

A. Pungsi lumbal

B. Ventriculoperitoneal shunt

C. Burr-hole drainage

D. Laminektomi

E. Ventriculostomy