Soal Fraktur Basis Kranii
Seorang laki-laki 25 tahun mengalami kecelakaan sepeda motor. Pemeriksaan menunjukkan ekimosis bilateral periorbital dan cairan jernih keluar dari hidung. Tidak ditemukan trauma langsung pada mata. Lokasi fraktur yang paling mungkin adalah:
A. Fossa kranii anterior
B. Fossa kranii media
C. Fossa kranii posterior
D. Os parietal
E. Kondilus oksipital
Pasien pascakecelakaan ditemukan ekimosis retroaurikular, hemotimpanum, dan kelemahan otot wajah. Nervus kranialis yang paling mungkin mengalami cedera adalah:
A. N. II
B. N. III
C. N. V
D. N. VII
E. N. XII
Seorang pasien trauma kepala dicurigai mengalami fraktur basis kranii. Pemeriksaan yang paling tepat untuk mengevaluasi garis fraktur adalah:
A. Foto polos kepala
B. USG kepala
C. CT kepala thin-slice dengan bone window
D. EEG
E. Pungsi lumbal
Seorang pasien dengan fraktur basis kranii mengalami rinorea cairan jernih persisten. Dokter ingin memastikan apakah cairan tersebut merupakan CSS. Pemeriksaan yang paling sesuai adalah:
A. Protein total
B. β₂-transferrin
C. CRP
D. D-dimer
E. Prokalsitonin
Seorang pasien dengan fraktur basis kranii stabil secara hemodinamik dan neurologis. CT tidak menunjukkan hematoma yang memerlukan evakuasi. Terdapat rinorea CSS yang baru terjadi setelah trauma. Penatalaksanaan awal yang paling tepat adalah:
A. Kraniotomi segera
B. Antibiotik profilaksis rutin
C. Observasi dan terapi konservatif
D. Pemasangan NGT melalui hidung
E. Pungsi lumbal rutin