Soal Ileus Obstruktif
Laki-laki 55 tahun datang dengan nyeri perut hilang-timbul, muntah, perut kembung, serta tidak dapat BAB dan flatus sejak 1 hari. Auskultasi menunjukkan bising usus meningkat dan bernada metalik. Diagnosis paling mungkin adalah:
A. Ileus paralitik
B. Ileus obstruktif
C. Peritonitis
D. Gastroenteritis akut
E. Pankreatitis akut
Perempuan 48 tahun dengan riwayat laparotomi datang karena nyeri kolik dan muntah. Foto polos abdomen menunjukkan dilatasi usus halus dan multiple air-fluid levels. Etiologi yang paling mungkin adalah:
A. Adhesi intraabdomen
B. Ileus paralitik
C. Pankreatitis
D. Peritonitis
E. Impaksi fekal
Laki-laki 60 tahun mengalami ileus obstruktif. Awalnya nyeri bersifat kolik, tetapi kemudian menjadi hebat, menetap, dan terlokalisasi, disertai demam dan takikardia. Komplikasi yang paling harus dicurigai adalah:
A. Konstipasi
B. Ileus paralitik
C. Strangulasi
D. Gastroenteritis
E. Impaksi fekal
Laki-laki 45 tahun datang dengan ileus obstruktif tanpa tanda peritonitis. Pasien muntah berulang dan tampak dehidrasi. Fasilitas kesehatan tidak memiliki layanan bedah. Tatalaksana awal paling tepat adalah:
A. Diet cair dan observasi
B. Laksatif kemudian pulangkan
C. NPO, NGT, akses IV, resusitasi cairan, koreksi elektrolit, monitoring, lalu rujuk
D. Antibiotik oral saja
E. Enema kemudian observasi
Pasien dengan ileus obstruktif mengalami nyeri abdomen menetap, defans muskular, demam, takikardia, dan hipotensi meskipun telah dilakukan resusitasi awal. Tindakan selanjutnya paling tepat adalah:
A. Observasi 48 jam
B. Berikan laksatif
C. Reposisi manual abdomen
D. Rujuk emergensi untuk evaluasi operatif
E. Pulangkan dengan diet tinggi serat